BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Era baru Formula 1 pada 2026 digadang-gadang akan menghadirkan persaingan lebih ketat.
Semua tim berbenah dengan regulasi teknis baru yang merevolusi sasis dan power unit. Red Bull, juara bertahan dominan dalam beberapa musim terakhir, tentu diharapkan melanjutkan kejayaan.
Apalagi mereka berani melangkah lebih jauh: membangun mesin sendiri lewat divisi Red Bull Powertrains bersama Ford.
Namun faktanya, langkah ini ibarat memulai dari nol. Tim lain seperti Mercedes, Ferrari, hingga Honda sudah puluhan tahun mengembangkan mesin F1, sementara Red Bull baru membangun infrastruktur dasar.
Team Principal Red Bull, Laurent Mekies, bahkan mengibaratkan proyek ini seperti mendaki Gunung Everest.
“Ini proyek gila, tantangan gila,” tegasnya, melansir laman Formula1, Jumat (19/9/2025).
Meski tantangannya berat, Red Bull justru melihat inilah momentum untuk mendobrak. Alih-alih takut tertinggal, mereka menjadikan proyek ini sebagai wujud filosofi: berani keluar jalur aman dan mencetak sejarah baru.
Mekies menegaskan, tolok ukur bukan siapa yang tercepat di tes pramusim Barcelona, tetapi siapa yang mampu membangun fondasi kuat untuk jangka panjang.
Baca Juga:
Rumor Panas! Red Bull Lirik Alex Palou untuk Formula 1 2026
Bedanya, kali ini Ford hadir dengan fokus pada teknologi hibrida berkelanjutan, sesuai arah F1 modern. Red Bull pun merasa DNA inovatif Ford sejalan dengan semangat mereka untuk menggarap proyek ambisius ini.
Di sinilah peran Ford sangat penting. Kembalinya pabrikan asal Amerika ini membawa memori kejayaan Cosworth di era 1960–1970-an.
Afirmasi
Dengan fasilitas anyar, talenta teknik terbaik, serta dukungan Ford, Red Bull percaya diri bisa menjaga eksistensi di barisan depan pasca-2026. Namun Mekies mengingatkan: kemenangan besar tak datang dalam semalam.
“Kami memiliki orang-orang hebat yang mulai menyatu. Tapi ini maraton, bukan sprint. Perjalanan panjang kami baru saja dimulai,” tukasnya.
(Budis)










