JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan Kirab Imlek Nusantara dalam rangka puncak perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu, (1/3/2026).
Kepala Bagian Pembinaan Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menyampaikan bahwa penutupan dan pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional dan hanya dilakukan saat rangkaian kirab berlangsung.
“Untuk penutupan jalan kami bersifat situasional dan hanya dilakukan pada saat adanya rangkaian kirab. Setelah rombongan melintas, jalur akan kami normalkan kembali,” ujar Robby dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).
Ia menegaskan, pengaturan lalu lintas dilakukan secara fleksibel agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Apabila mengganggu arus, kami akan membantu melancarkan atau mengalihkan sementara. Begitu kirab selesai melintas, arus lalu lintas langsung dibuka kembali,” katanya.
Baca Juga:
Mengulik 9 Tradisi Perayaan Imlek di Indonesia
Berdasarkan informasi dari akun Instagram @imlekfestival, pengalihan arus dilakukan dengan skema:
- Kendaraan dari arah Harmoni dan Pecenongan diputar balik setelah Stasiun Juanda.
- Arus dari Gunung Sahari dan Senen ditutup sementara.
- Kirab dijadwalkan berlangsung pukul 15.00–17.00 WIB dengan rute:
- Jalan Katedral (Terowongan Silaturahmi) – Jalan Pos Indonesia – Jalan Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – Lapangan Banteng.
Parade Imlek Nusantara akan menampilkan berbagai atraksi budaya, mulai dari polisi berkuda, mobil hias, naga liong dan barongsai, drum band, hingga pertunjukan seni tradisional seperti wushu, silat, jaran kepang, dan ondel-ondel.
Untuk pengamanan, Ditlantas Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 150 personel lalu lintas, didukung sekitar 600 personel kewilayahan. Sejumlah kantong parkir juga telah disiapkan di sekitar lokasi kegiatan.
Kirab ini merupakan bagian dari rangkaian Imlek Festival 2577 – Harmoni Imlek Nusantara yang digelar di Lapangan Banteng pada 17 Februari hingga 3 Maret 2026 dengan tagline “Harmoni Nusantara.”
Puncak perayaan akan diisi atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, penampilan seniman nasional, serta simbol-simbol harmoni dan persatuan bangsa.











