BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang jatuh dari Gedung kampus, membuat pihak Rektorat Unud membentuk tim investigasi untuk mengusut kematian mahasiswanya. Timonthy diduga menjadi korban perundungan oleh teman-temannya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengumumkan pembentukan tim investigasi tersebut usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/10/2025).
“Pihak rektor sudah membentuk tim untuk menginvestigasi, mengecek apa yang sebenarnya terjadi,” kata Brian, mengutip Antara, Senin (20/10/2025).
Selain itu, Brian menyampaikan pihak rektorat Universitas Udayana turut memberikan fasilitas pendampingan bagi keluarga korban serta pihak-pihak yang berkaitan.
Ia menegaskan, Kemendiktisaintek akan terus mengawal proses penanganan kasus ini guna memastikan jalannya berlangsung secara transparan dan berkeadilan.
Menurut Brian, insiden meninggalnya mahasiswa Unud tersebut menjadi momentum evaluasi bagi seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikososial mahasiswa di lingkungan kampus.
“Banyak kasus yang sifatnya tertutup, padahal itu yang perlu dicermati bersama. Kami ingin kampus membangun atmosfer yang saling peduli dan mendukung,” katanya.
Timothy Anugerah Saputra (22) ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri pada Rabu (15/10/2025). Mahasiswa yang sedang duduk di semester 7 program studi Sosiologi Unud tersebut diduga mengalami tekanan psikologis berat yang disebabkan oleh perundungan dari rekan-rekannya.
Baca Juga:
Penyebab Kematian Mahasiswa Unud Masih Simpang Siur, Pihak Keluarga Lapor Polisi
Kejadian ini menuai simpati sekaligus amarah dari publik, terutama setelah beredar tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp yang mengungkap korban kerap menjadi objek ejekan.
Setelah insiden tersebut, sejumlah mahasiswa Unud justru menyampaikan komentar bernada melecehkan terkait kematian Timothy di media sosial, yang kemudian memicu reaksi keras dan kecaman luas dari warganet.
(Vini Virdiyanti/_Usk)











