JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meresmikan lapangan padel yang diberi nama Yellow Racquet Club di halaman Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (9/11/2025).
Bahlil menyatakan lapangan yang diinisiasi oleh Eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo itu terbuka untuk umum. Syaratnya, kata Bahlil, harus bergabung ke Partai Golkar.
“Pak Dito tadi laporkan dibuka untuk umum dengan harga diskon. Syaratnya satu, masuk Golkar,” kata Bahlil di lokasi, Minggu.
Menteri ESDM itu memandang pembangunan lapangan padel tersebut sebagai terobosan baru agar bisa merangkul generasi anak muda. Mengingat, olahraga tersebut kini tengah digandrungi, terutama kalangan anak muda.
Baca Juga:
Viral! Niat Bela Bahlil, Idrus Marham Malah Jadi Bulan-bulanan Netizen
Bahlil Izinkan Aceh Kelola Hulu Migas Hingga 200 Mil dari Garis Pantai
“Apa yang dilakukan oleh teman-teman pengurus DPP di bawah Pak Dito ini adalah sebagai langkah inovatif untuk menyiapkan fasilitas olahraga khusus padel bagi generasi muda,” ucap Bahlil.
Dalam kesempatan sama, Bahlil menekankan Presiden ke-2 Soeharto sangat layak diberikan gelar sebagai pahlawan nasional. Pernyataan ini menyusul akan diumumkannya gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (10/11/20205) hari ini.
“Dari awal kami DPP partai Golkar telah menyampaikan aspirasi kami secara langsung kepada pemerintah secara langsung kepada Presiden Bapak Prabowo. Dalam pandangan Partai Golkar, bapak Presiden RI-2 Bapak Soeharto sangat layak diberikan penghargaan (pahlawan) nasional,” kata Bahlil usai peresmian Lapangan Padel dan Pickleball di Kantor DPP Partai Golkar, Minggu (9/11/2025).
Bukan tanpa alasan, Bahlil menilai gelar itu layak diberikan kepada Soeharto karena jasanya dalam memimpin Indonesia selama 32 tahun. Tidak hanya itu, Soeharto juga merupakan pendiri Partai Golkar.
“Tujuan dari berdirinya partai Golkar adalah melawan ideologi partai lain yang ingin mengganti ideologi partai komunis. Nah ini penting, sejarah ini sejarah bukan kata saya,” ujarnya.
Ia menilai masa kepemimpinan Soeharto, Indonesia telah mencapai swasembada pangan, swasembada energi, menurunkan inflasi, dan menciptakan lapangan pekerjaan.
(usamah kustiawan)











