BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Oscar Piastri berusaha tetap tenang di tengah tingginya tekanan menjelang dua seri terakhir Formula 1 2025, sementara rumor mengenai team order McLaren semakin liar beredar setelah insiden diskualifikasi ganda di Grand Prix Las Vegas. Situasi itu membuat persaingan gelar memanas, dan spekulasi soal McLaren akan memprioritaskan Lando Norris pun semakin tak terbendung.
McLaren sejatinya tampil kuat di Las Vegas, dengan Norris finis kedua dan Piastri keempat. Namun semuanya buyar setelah kedua mobil didiskualifikasi akibat keausan skid block yang melebihi batas regulasi. Keputusan tersebut bukan hanya menghapus poin penting, tetapi juga mengubah peta perebutan gelar secara drastis.
Akibat diskualifikasi itu, jarak antara Norris dan Piastri tetap 24 poin. Yang lebih mengejutkan, Max Verstappen kini kembali mengintai di belakang mereka: menyamai poin Piastri dan hanya tertinggal 24 poin dari Norris.
Kondisi ini membuat rumor team order McLaren kian tak terkendali, terutama dari media Inggris yang menilai bahwa Norris yang lebih berpeluang, layak mendapatkan dukungan penuh tim.
Narasi semakin memanas karena beberapa analis menilai McLaren akan mengambil langkah pragmatis. Dengan dua balapan tersisa, memberikan prioritas pada satu pembalap dianggap sebagai strategi paling aman untuk mengunci gelar pertama tim sejak 2008.
Baca Juga:
Lando Norris Pimpin Dominasi McLaren di Latihan GP Austria
Timo Glock Ragukan Kekuatan Mental Oscar Piastri Usai Lando Norris Pangkas Jarak
Namun Piastri membantah tegas anggapan tersebut. Ia mengungkap bahwa McLaren memang sempat membahas kemungkinan team order, tetapi langsung memutuskan untuk tidak menerapkannya.
“Kami sempat mengobrol sebentar dan jawabannya tidak. Saya masih sejajar dengan Max di klasemen dan peluang saya tetap ada kalau situasinya mendukung. Kami akan menjalani akhir musim seperti biasanya,” tegas Piastri, dikutip dari Formula1, Sabtu (29/11/2025).
Piastri justru menilai bahwa diskualifikasi di Las Vegas lebih merugikan dirinya ketimbang Norris. Tanpa kejadian itu, ia semestinya hanya tertinggal 30 poin dan tetap berada dalam posisi aman untuk diperhitungkan sebagai kandidat internal. Sebaliknya, kini Verstappen kembali menjadi bayang-bayang berbahaya.
“Memang saya tidak kehilangan enam poin dari Lando, tetapi Max jadi jauh lebih dekat dalam persaingan. Secara keseluruhan ini tetap hasil yang negatif bagi saya,” ujarnya.
Di tengah rumor yang semakin liar, McLaren kini berada dalam dilema besar, menjaga keseimbangan internal sekaligus berusaha mempertahankan peluang gelar di tengah ancaman Red Bull. Tekanan publik semakin besar, tetapi Piastri menegaskan dirinya memilih fokus pada performa, bukan politik tim.
Dengan dua balapan terakhir yang diprediksi berlangsung ketat, dinamika antara Norris, Piastri, dan Verstappen akan menjadi sorotan utama.
McLaren pun menghadapi pertaruhan besar, bukan hanya soal strategi, tetapi juga harmoni di dalam tim untuk meraih gelar yang sudah mereka kejar selama 17 tahun.
(Budis)








