Russell Bingung dengan Kebangkitan Verstappen di Monza, Analisis Teknis Ungkap Rahasianya

Formula 1
Ilustrasi - Pembalap tim Red Bull Max Verstappen (kanan) dan pembalap tim Ferrari Charles Leclerc (tengah) beradu cepat dalam balap Formula 1 Grand Prix di Las Vegas Strip Circuit, Nevada, Amerika Serikat, Minggu (19/11/2023) (Foto: Dok. Antara/Reuters).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – George Russell mengaku sulit memahami dominasi Max Verstappen di Grand Prix Italia 2025. Pebalap Mercedes itu menyebut Formula 1 sebagai “olahraga yang lucu” usai menyaksikan rivalnya menang telak di Sirkuit Monza, Minggu (7/9/2025).

Verstappen kembali ke jalur kemenangan setelah tampil impresif dengan keunggulan lebih dari 19 detik atas Lando Norris.

Padahal, juara dunia empat kali tersebut sempat kehilangan posisi di awal balapan setelah duel sengit di tikungan pertama. Namun strategi matang dan konsistensi kecepatannya membuat Verstappen tak tersentuh hingga finis.

Sebelum jeda musim panas, performa Red Bull sempat dipertanyakan. Verstappen bahkan hanya finis kesembilan di Hungaria, tertinggal jauh dari tiga tim teratas. Perubahan drastis inilah yang membuat Russell heran.

“Sulit dimengerti. Verstappen bisa tertinggal 40 detik dari pemenang di Bahrain, lalu tiba-tiba menang dengan margin 20 detik di Imola dan Monza. Ini luar biasa,” ujar Russell melansir Sky Sports, Senin (8/9/2025).

Baca Juga:

Faktor Teknis di Balik Kebangkitan Red Bull

Meski terlihat mengejutkan, analisis teknis menunjukkan kemenangan besar Verstappen di Monza bukan kebetulan. Ada beberapa faktor kunci:

Karakter Sirkuit Monza

Monza dikenal sebagai trek berkecepatan tinggi dengan drag rendah. Mobil dengan efisiensi aerodinamika tinggi dan tenaga mesin besar mendapat keuntungan besar. Paket Red Bull terbukti cocok dengan karakter ini.

Sensitivitas Aerodinamis

Red Bull sempat kesulitan di Hungaria yang penuh tikungan lambat. Namun di Monza, setup low-downforce membuat mobil lebih stabil dan efisien. Sensitivitas ini menjelaskan perbedaan performa antar balapan.

Strategi dan Manajemen Ban

McLaren memilih strategi menunggu Safety Car yang akhirnya tidak menguntungkan. Sebaliknya, Red Bull menjalankan strategi pit dan manajemen ban lebih efisien, sehingga Verstappen bisa menjaga kecepatan stabil dan memperbesar jarak.

Power Unit dan ERS

Penggunaan energi mesin dan sistem ERS yang efektif memberi Red Bull keunggulan kecepatan di lintasan lurus, aspek vital di Monza.

Kualitas Verstappen sebagai Pengemudi

Selain faktor teknis, Verstappen mampu mengelola ban dan memaksimalkan potensi mobil pada jendela performa yang sempit. Inilah yang membuat jarak waktunya semakin tak terkejar.

Bagi Mercedes dan George Russell, kebangkitan Red Bull menjadi tanda bahwa konsistensi adalah kunci.

“Ferrari terus berkembang, McLaren makin cepat, tapi Red Bull bisa saja kembali dominan jika paket mereka cocok dengan trek,” kata Russell.

Dengan kalender F1 yang penuh variasi sirkuit, tim-tim rival harus mencari cara memperluas jendela performa mobil agar tidak hanya kompetitif di trek tertentu.

Jika tidak, dominasi Verstappen bisa kembali berlanjut di paruh kedua musim.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru