BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai kegiatan Safari Ramadan ke-14 di Masjid Agung Bandung pada Kamis (5/3/2026).
Dalam ceramahnya, Ustaz Suherman menyampaikan tausiyah dengan gaya santai dan humor yang mengundang gelak tawa jemaah, sekaligus mengingatkan pentingnya memperbanyak zikir selama bulan Ramadan.
Di awal ceramah, Ustaz Suherman melontarkan candaan mengenai perbedaan jemaah ibu-ibu dan bapak-bapak dalam menghadiri pengajian. Menurutnya, ibu-ibu cenderung lebih antusias mengikuti kegiatan keagamaan.
“Saya lebih senang mengundang ibu-ibu kalau pengajian. Kalau undang 50 ibu-ibu bisa datang 500 orang. Tapi kalau bapak-bapak diundang 50, yang datang paling lima,” candanya.
Meski disampaikan dengan humor, Ustaz Suherman menegaskan Ramadan merupakan momentum penting untuk memperbanyak amal ibadah, terutama dzikir kepada Allah.
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak dzikir agar pahala puasa semakin besar.
Baca Juga:
Bukan Sekedar Seremonial, Safari Ramadan Jadi Ruang Berkah dan Kepedulian
“Orang yang berpuasa bisa mendapatkan pahala yang besar, tetapi tergantung pada dzikirnya kepada Allah. Kalau ingin pahala yang banyak maka perbanyaklah dzikir,” ujarnya.
Ustaz Suherman juga mengingatkan tidak ada yang dapat menjamin seseorang akan bertemu Ramadan berikutnya. Oleh karena itu, ia mengajak jemaah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan beribadah di bulan suci.
“Kita tidak tahu apakah tahun depan masih bertemu Ramadan atau tidak. Pak RT tidak bisa menjamin, Pak RW tidak bisa menjamin, bahkan presiden pun tidak bisa menjamin,” katanya.
Ia menambahkan, setiap manusia pasti akan menghadapi kematian sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.
Oleh karena itu, umat Islam diingatkan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan meningkatkan ibadah.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Suherman juga menjelaskan dzikir memiliki beberapa bentuk, di antaranya zikir ritual melalui ibadah seperti shalat fardhu dan sunnah serta dzikir melalui istighfar yang dapat mendatangkan ampunan Allah.
Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum perubahan diri. Ia mengibaratkan perubahan itu seperti ular.
“Jangan sampai puasanya seperti ular yang hanya ganti kulit tapi tetap ular. Ramadan harus membuat kita berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Ia pun mengajak jemaah untuk meningkatkan kebiasaan ibadah, seperti rajin mengaji, memperbanyak tadarus, serta istikamah melaksanakan salat berjemaah dan salat malam.
“Manfaatkan bulan ramadan ini dengan kebiasaan ibadah, mengaji, memperbanyak tadarus dan perbanyak melaksanakan salat berjemaah dan salat malam,” pungkasnya.











