BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Garut mulai memosisikan seni bukan sekadar ekspresi budaya, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata. Strategi ini dilakukan dengan menghadirkan pertunjukan seni langsung di ruang publik, mulai dari hotel, restoran, terminal, hingga kawasan wisata.
Langkah tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, yang mendorong kolaborasi antara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Dewan Kesenian Garut (DKG) untuk menggelar agenda seni secara rutin.
“Saya dorong supaya ada event mingguan yang melibatkan PHRI, teman-teman DKG, serta sponsor,” kata Beni di Pendopo Garut, dikutip dari ANTARA, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Beni, kehadiran seni di ruang publik akan menciptakan nilai tambah bagi sektor pariwisata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para seniman lokal. Ia menilai, ruang-ruang strategis seperti terminal, stasiun, hotel, dan objek wisata memiliki potensi besar untuk menjadi panggung seni yang hidup dan berkelanjutan.
“Tempat-tempat itu sebenarnya bisa menjadi ruang ekspresi seni sekaligus memberi pengalaman unik bagi wisatawan,” ujarnya.
Baca Juga:
Mengenal Ketuk Tilu Tarian Sunda Buhun yang Penuh Makna
Disparbud Garut saat ini terus membangun komunikasi lintas sektor agar seni tidak hanya muncul dalam acara seremonial, tetapi menjadi bagian dari aktivitas keseharian kota. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang menikmati alam Garut, tetapi juga merasakan kekayaan budaya secara langsung.
Beni menegaskan, pemberdayaan seniman lokal melalui ruang tampil yang konsisten penting untuk menjaga keberlanjutan kesenian sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan. Interaksi langsung antara wisatawan dan seniman diyakini mampu memperkuat citra Garut sebagai destinasi berbasis budaya.
Lebih jauh, ia menyebut pendekatan ini sejalan dengan strategi pembangunan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor kreatif.
“Seni bukan hanya soal budaya, tapi juga potensi ekonomi. Kuncinya ada pada komunikasi dan kolaborasi agar pertumbuhan ekonomi daerah bisa dipercepat,” katanya.
Upaya tersebut diperkuat dengan capaian Kabupaten Garut yang kini masuk enam besar Kabupaten Kreatif tingkat nasional, sejajar dengan Yogyakarta, Jakarta, Buleleng, dan Karawang. Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku seni, dan sektor swasta.
“Kami berharap kegiatan seni di Garut terus berkembang dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah,” tutup Beni.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Robby Nuzula Ramadhan)











