TANGERANG, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang siswa kelas VIII di sebuah sekolah swasta kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dilaporkan meninggal dunia pada Senin (3/11/2025).
Korban berusia 13 tahun itu diduga terjatuh dari lantai sekolah. Namun, penyebab pasti masih diselidiki pihak kepolisian.
Kabar meninggalnya siswa tersebut pertama kali mencuat setelah viral di media sosial X (Twitter).
Sebuah akun bernama @madam_indonesi mengunggah postingan yang menyoroti kejanggalan di balik insiden itu, termasuk soal kamera CCTV sekolah yang disebut tidak berfungsi.
“Sekolah berbasis bahasa Mandarin dengan ribuan murid dari PG sampai SMA. Tapi CCTV mati semua? Sekolah sebesar ini tidak ada saksi yang melihat kejadian?” tulis akun tersebut, yang unggahannya telah ditonton lebih dari 30 ribu kali.
Unggahan itu pun memicu kehebohan warganet, terutama di kalangan orang tua siswa kawasan Gading Serpong hingga PIK, yang ramai memperbincangkan kejadian tersebut.
Polisi Benarkan Kejadian
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, membenarkan adanya peristiwa jatuhnya siswa di sekolah tersebut.
“Kami menyampaikan bahwa benar, pada Senin tanggal 3 November 2025 kami menerima laporan adanya kejadian seorang siswa di sekolah P, di Kecamatan Kelapa Dua, yang terjatuh,” kata Wira kepada wartawan, dikutip Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, setelah laporan diterima, tim kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pihak kepolisian juga mengamankan rekaman CCTV, serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekolah saat kejadian berlangsung.
“Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan terkait peristiwa tersebut,” tambahnya.
Baca Juga:
Apa Sanksi dari Kemendikdasmen Terkait Kebocoran Soal TKA di Medsos?
Polisi Selidiki Kasus Bunuh Diri Siswi MTs di Sukabumi yang Diduga Akibat Perundungan
Korban Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Kasat Reskrim menjelaskan bahwa korban sempat ditemukan masih bernyawa sesaat setelah terjatuh.
Pihak sekolah langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, meski sempat ditangani tenaga kesehatan, nyawa siswa tersebut tidak tertolong.
“Setelah di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Kami dari Polres Tangsel turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ujar Wira.
Polisi Imbau Aktivitas Belajar Tetap Berjalan Normal
Dalam keterangannya, polisi meminta seluruh siswa dan pihak sekolah untuk tetap tenang dan melanjutkan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa situasi di lingkungan sekolah masih aman dan kondusif, seraya memastikan penyelidikan dilakukan secara transparan.
“Kami imbau seluruh siswa agar tetap fokus belajar. Polisi memastikan situasi di sekolah aman, dan penyelidikan terus dilakukan secara menyeluruh,” pungkas Wira.
Isu yang Beredar: CCTV dan Dugaan Kelalaian
Sejumlah warganet menyoroti aspek keamanan sekolah, terutama fungsi kamera pengawas (CCTV) yang dikabarkan mati saat kejadian.
Namun hingga saat ini, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi kepada publik.
Polisi juga belum menyimpulkan apakah kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni atau terdapat unsur lain di balik peristiwa tersebut.
Hasil pemeriksaan saksi dan rekaman CCTV nantinya akan menjadi kunci dalam mengungkap penyebab pasti kematian siswa SMP di Gading Serpong.
(Dist)











