BOGOR, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Fetty Anggraenidini, menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) baru di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Komitmen tersebut disampaikan sebagai respons atas aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah yang menilai kebutuhan fasilitas pendidikan menengah atas di wilayah tersebut semakin mendesak.
Pernyataan ini disampaikan Fetty saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Jumat (20/2/2026).
Dorongan dari Aspirasi Masyarakat
Usulan pembangunan SMAN baru tersebut mencuat dari hasil serap aspirasi masyarakat di wilayah Kelurahan Tanah Baru, Kampung Sawah. Di lokasi tersebut terdapat lahan aset Pemerintah Kota Bogor seluas kurang lebih 3.000 meter persegi yang dinilai strategis dan potensial untuk dijadikan lokasi pembangunan sekolah menengah atas negeri.
Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah, menjelaskan bahwa kebutuhan sekolah baru merupakan kebutuhan riil masyarakat. Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Bogor sebenarnya telah mengusulkan pembangunan tersebut sejak tahun 2025, namun hingga kini progres fisik di lapangan belum terlihat.
“Kami menyampaikan harapan agar ada tambahan atau dibangunkan sekolah SMA Negeri baru oleh provinsi. Kebetulan di Kelurahan Tanah Baru ada tanah aset Pemerintah Kota yang lumayan luas, di atas 3.000-an (meter persegi),” ucapnya.
Menurutnya, keberadaan lahan tersebut menjadi peluang konkret yang dapat segera ditindaklanjuti apabila mendapat dukungan kebijakan dan penganggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Komitmen Pengawalan di Tingkat Provinsi
Menanggapi aspirasi tersebut, Fetty Anggraenidini menegaskan perannya sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah provinsi.
“Sebagai perwakilan rakyat, tentu sudah menjadi kewajiban kami untuk menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat, khususnya di Kota Bogor,” kata Fetty.
Ia menekankan bahwa Komisi V DPRD Jawa Barat yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan berupaya menjalin komunikasi intensif dengan pihak eksekutif di tingkat provinsi agar usulan pembangunan SMAN baru dapat masuk dalam perencanaan strategis pembangunan pendidikan.
“Kami akan memfasilitasi dan memastikan keluhan serta harapan warga didengar, sehingga kebijakan yang diambil nantinya benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Fetty juga menyampaikan bahwa pemerataan akses pendidikan menengah merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.
Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat
Pembangunan SMAN baru di Bogor Utara diharapkan mampu memberikan dampak positif secara luas. Selain memperpendek jarak akses pendidikan bagi siswa, keberadaan sekolah negeri baru juga akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Dengan tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai dan merata, kualitas sumber daya manusia di wilayah Bogor Utara diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Pemerintah daerah bersama DPRD Jawa Barat pun menargetkan agar pembangunan fisik sekolah dapat direalisasikan paling lambat pada tahun anggaran 2027 atau 2028, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Melalui pengawalan di tingkat legislatif, Fetty Anggraenidini menegaskan komitmennya untuk memastikan aspirasi masyarakat Bogor Utara tidak berhenti pada wacana, melainkan dapat diwujudkan menjadi kebijakan dan pembangunan nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati Bandung/Khusnul Yulida)











