Take Home Pay Rp 43 Juta, Wakil Ketua DPRD Bandung Klaim Sebagian Besar Kembali ke Masyarakat

Tunjangan DPRD Kota Bandung
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya. (Ist)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, angkat bicara soal besaran gaji dan tunjangan anggota dewan yang belakangan ramai menjadi sorotan publik.

Edwin mengungkapkan penghasilan bersih yang diterimanya setiap bulan mencapai sekitar Rp 43 juta, setelah berbagai potongan pajak dan kewajiban lainnya.

“Total penghasilan kotor kami sekitar Rp 91 juta, tapi setelah dipotong pajak, iuran fraksi, BPR, dan BPJS, yang kami terima bersih sekitar Rp 43 juta,” kata Edwin di Bandung, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga:

Kontroversi Nafa Urbach: Dari Pedofil di Medsos hingga Tunjangan Rp50 Juta DPR

Tunjangan Fantastis DPRD Kota Bandung, Perumahan Capai Rp58 Juta per Bulan

Edwin menjelaskan besaran gaji dan tunjangan anggota DPRD telah diatur secara jelas dalam Perda Nomor 6 Tahun 2017 dan Perwal Nomor 22 Tahun 2024, yang merujuk pada PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratif pimpinan serta anggota DPRD.

Berikut beberapa komponen penghasilan yang diterima Edwin setiap bulan:

  • Gaji pokok dan tunjangan jabatan: Rp 4.116.000

     

  • Tunjangan rumah: Rp 56.000.000

     

  • Tunjangan komunikasi intensif: Rp 14.700.000

     

  • Tunjangan transportasi: Rp 15.500.000

Setelah dikurangi pajak penghasilan (PPh 21) sebesar Rp 19,8 juta, iuran partai Rp 6 juta, potongan BPR Rp 22,2 juta, dan potongan lainnya, penghasilan bersih yang ia bawa pulang adalah Rp 43.235.534.

Meski menerima pendapatan bersih Rp 43 juta, Edwin mengaku sebagian besar dana tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai permintaan bantuan dari masyarakat yang datang setiap hari.

“Kami hampir setiap hari menerima permintaan bantuan dari warga, mulai dari bantuan sosial, perlengkapan posyandu dan PKK, hingga peralatan seni dan olahraga. Semua itu kami penuhi dari dana pribadi karena tidak tersedia anggaran khusus,” jelasnya.

Selain itu, Edwin juga menyoroti keterbatasan anggaran dalam kegiatan reses. Dalam satu tahun, anggota DPRD mendapatkan tunjangan reses sebanyak tiga kali, masing-masing Rp 12 juta. Namun, dirinya mengaku jumlah tersebut jauh dari cukup.

“Untuk menghadirkan masyarakat dalam kegiatan reses, kami harus menyiapkan uang transportasi. Dalam satu kegiatan saja bisa hadir hingga 178 orang. Jika satu orang diberi Rp 50 ribu, totalnya sudah hampir Rp 9 juta, dan itu baru satu titik,” ujarnya.

Edwin juga menambahkan dalam satu kegiatan reses, pengeluaran bisa mencapai Rp 40 juta, sehingga anggota DPRD seringkali harus merogoh kocek pribadi.

Edwin berharap masyarakat dapat memahami pendapatan anggota dewan, meski terlihat besar secara nominal, sejatinya sebagian besar kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan langsung.

“Apa yang kami terima itu sesuai aturan, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan asas kepatutan. Tapi pada praktiknya, banyak yang kembali kepada warga. Kami hanya menjalankan amanah,” pungkasnya.  (Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri