BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terkena longsor baru dapat beroperasi kembali usai hasil audit operasional tambang bawah tanah selesai.
“Sekarang belum ada yang bisa dilakukan produksi, tetapi kita lagi lakukan audit sampai kemudian bisa menemukan apa faktor penyebabnya,” ucap Bahlil, melansir dari Antara, Sabtu (11/10/2025)
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah melakukan audit total terhadap implementasi daripada operasi bawah tanah di Freeport pasca insiden longsor di kawasan tambang Grasberg Block Cave, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah..
Ia berharap dengan keluarnya hasil audit, Freeport dapat melakukan mitigasi agar kejadian longsor bawah tanah tidak terjadi lagi.
“Dan itu dibutuhkan berbagai langkah-langkah terkait dengan teknik sipilnya, teknik tambangnya. Ini tim saya terus melakukan proses audit di sana,” ucapnya.
Baca Juga:
5 Korban Longsor Freeport Berhasil Ditemukan, Pencarian Berakhir
UMKM, Koperasi, Ormas Segera Dapat Akses Tambang: Ini Aturannya
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan evaluasi terkait longsor Freeport akan menilik apakah terdapat potensi terulangnya longsor bawah tanah dan struktur dari tambang bawah tanah itu.
“Kami meminta kepada PT Freeport untuk melibatkan juga bekas karyawan-karyawan yang dulu tahu tentang struktur geoteknik dan lain sebagainya, untuk dilibatkan di dalam proses evaluasi,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, longsor lumpur basah terjadi di area tambang bawah tanah di kawasan Grasberg Block Cave (GBC) Extraction 28-30 Panel, pada 8 September 2025 malam sekitar pukul 22.00 WIT.
Insiden ini menyebabkan tujuh pekerja terperangkap di area tambang bawah tanah tersebut. Untuk memfokuskan proses pencarian, PT Freeport Indonesia menghentikan operasional kawasan tersebut.
Setelah memakan waktu hampir satu bulan proses pencarian, seluruh korban berhasil dievakuasi, dalam keadaan meninggal dunia. Korban ditemukan secara bertahap, hingga pada 6 Oktober, Freeport menyatakan pencarian selesai.
“Setelah bekerja tanpa henti selama 27 hari penuh tantangan, tim penyelamat PTFI bersama Kementerian ESDM, Polres Mimika, Basarnas dan BPBD pada Minggu (5/10) menemukan dan mengevakuasi lima rekan kerja dari lokasi insiden luncuran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave,” tulis manajemen PTFI dalam keterangan resmi, Senin (6/10/2025) dilansir dari Antara.
(Raidi/Budis)











