BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tiga produk inovatif hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Desa Banjar Agung, Kabupaten Lampung Selatan, siap dipasarkan.
Ketiga produk tersebut yakni Teh Kelor (More Tea), Teh Rambut Jagung (Golden Harvest), dan Tepung Jagung Sehat (Tepung Jagat), dinilai memiliki potensi besar menjadi komoditas unggulan berbasis legalitas pangan rumah tangga (PIRT) serta sertifikasi halal.
Langkah memperkuat pemasaran dan legalitas produk itu dibahas dalam workshop bertajuk “Implementasi Business Plan dan Legalitas Produk Hasil KKN untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pasca-KKN”, yang digelar di Desa Banjar Agung.
Mahasiswa Farmasi Itera, Nazwa Nidea Nurfadia, menjelaskan seluruh produk dirancang dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar desa.
“Dengan legalitas yang jelas, produk ini diharapkan dapat dipasarkan lebih luas dan menjadi sumber penghasilan masyarakat,” kata Nazwa, mengutip Itera.
Dukungan terhadap pengembangan produk tersebut juga datang dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan. Perwakilannya, Faza Alridho, menegaskan produk teh herbal dan tepung jagung sehat telah memenuhi kategori pangan olahan kering dan layak memperoleh izin edar PIRT.
Sementara itu, dosen Farmasi Itera sekaligus perwakilan Pusat Halal Itera, Mubarika Sekarsari Yusuf menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMKM.
“Sertifikasi halal kini bisa diajukan melalui jalur self declare. Langkah ini memberi nilai tambah dan membuka peluang pemasaran lebih luas bagi produk desa,” jelasnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh CEO Rumah BUMN Lampung, Lispiansi Lestari, yang menilai produk hasil KKN Itera sejalan dengan misi penguatan ekonomi lokal.
“Kami berharap produk unggulan Desa Banjar Agung ini dapat terus dikembangkan dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga:
‘Memayu’ Ning Papat Inovasi Mahasiswa UB Masuk Top 6 Dunia di Kompetisi Pangan Internasional
Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation
Melalui kegiatan tersebut, warga Desa Banjar Agung kini dibekali pengetahuan tentang legalitas dan pengelolaan usaha agar mampu melanjutkan produksi secara mandiri.
Program ini diharapkan menjadi pondasi bagi kemandirian ekonomi desa serta memperkuat posisi produk lokal di pasar yang lebih luas.
(Vini Virdiyanti/Aak)











