JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Indonesia memastikan hingga saat ini belum ada laporan warga negara Indonesia yang menjadi korban akibat konflik bersenjata yang terjadi di Iran.
Wakil Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan berdasarkan data sementara dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, terdapat sekitar 100 hingga 200 pekerja migran Indonesia yang berada di negara tersebut.
“Berdasarkan data sementara dari KBRI, terdapat sekitar 100 hingga 200 pekerja migran Indonesia yang berada di Iran dengan status tidak resmi atau ilegal,” ujar Dzulfikar di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah ia menghadiri kegiatan pengajian Nuzulul Quran sekaligus peresmian lapangan mini soccer di SMK Muhammadiyah Kota Magelang.
WNI Diminta Segera Koordinasi dengan KBRI
Pemerintah mengimbau seluruh WNI yang berada di Iran agar segera berkoordinasi dengan KBRI setempat. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan proses pendataan serta pemantauan kondisi warga Indonesia di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Selain itu, pemerintah juga meminta keluarga pekerja migran Indonesia di tanah air untuk aktif melaporkan keberadaan anggota keluarganya kepada pemerintah.
“Pemerintah kembali mengimbau keluarga WNI yang memiliki anggota keluarga bekerja di kawasan Timur Tengah agar berkoordinasi dengan pemerintah sehingga data keberadaan WNI dapat lebih akurat,” kata Dzulfikar.
Baca Juga:
Panglima TNI Ungkap Ancaman Perang, Kostrad Diminta Siaga!
Razia Imigrasi dan Sentimen Anti-Muslim Bayangi Ramadan di Amerika
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik yang melibatkan Iran.
Apabila situasi keamanan memburuk, pemerintah menyatakan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia di wilayah tersebut.
Dzulfikar berharap ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut dapat segera mereda sehingga stabilitas keamanan kembali pulih.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, perwakilan diplomatik, dan keluarga pekerja migran untuk memastikan seluruh WNI dapat terdata dengan baik.
(Dist)










