JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — TikToker, Khaby Lame mengguncang industri digital global. Bukan karena video viral, melainkan kesepakatan bisnis bernilai fantastis yang mengubah cara dunia memandang profesi influencer.
Kreator video vertikal asal Senegal tersebut mencetak sejarah baru setelah menjual sebagian perusahaannya dalam transaksi bernilai sekitar US$ 900 juta atau setara Rp15 triliun.
Kesepakatan ini bukan sekadar penjualan saham, melainkan penanda pergeseran besar dari ekonomi influencer menuju ekonomi kepemilikan.
Mengutip laporan Business Insider Minggu (25/1/2026), transaksi dilakukan melalui penjualan sebagian saham Step Distinctive Limited kepada perusahaan publik Amerika Serikat, Rich Sparkle Holdings.
Kesepakatan itu sekaligus mengikat kemitraan strategis jangka panjang yang memberi Rich Sparkle kendali eksklusif atas seluruh aktivitas komersial global Khaby Lame selama 36 bulan pertama.
Cakupan kerja sama mencakup kemitraan merek, lisensi komersial, endorsement global, hingga pengembangan bisnis e-commerce lintas negara. Skema ini menempatkan Khaby Lame bukan lagi sebagai wajah promosi semata, melainkan sebagai aset bisnis terintegrasi.
Model bisnis yang dibangun Rich Sparkle menandai perubahan besar dalam industri kreator. Jika sebelumnya influencer mengandalkan bayaran per kampanye, kini Khaby Lame masuk ke level struktural: kepemilikan saham, kendali distribusi, dan integrasi teknologi.
Menariknya, meski menjual sebagian saham, Khaby Lame justru disebut akan menjadi pemegang saham pengendali di Rich Sparkle Holdings. Artinya, ia tidak kehilangan kendali atas identitas digitalnya, melainkan memperluas pengaruhnya dalam skala korporasi global.
Rich Sparkle memproyeksikan struktur bisnis terintegrasi—yang menggabungkan trafik digital, operasional, distribusi, dan teknologi internal—berpotensi menghasilkan penjualan tahunan lebih dari US$ 4 miliar atau sekitar Rp67 triliun dalam jangka panjang. Angka ini menempatkan bisnis berbasis kreator sejajar dengan perusahaan ritel dan teknologi besar dunia.
Strategi ekspansi akan difokuskan di tiga wilayah utama yaitu di Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Tenggara selama tiga tahun ke depan.
Untuk memperkuat ekosistemnya, Rich Sparkle menggandeng perusahaan teknologi konten asal China, Anhui Xiaoheiyang Network Technology Co., Ltd, yang berpengalaman mengelola e-commerce berbasis kreator dan live commerce.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar transaksi finansial. Ini adalah upaya membangun model baru ekonomi kreator global yang berkelanjutan dan terukur.
Baca Juga:
Media Internasional Ramai Soroti Kabar Lula Lahfah Meninggal Dunia
Profil Lula Lahfah, Kekasih Reza Arap yang Meninggal Dunia di Apartemen
Aspek paling futuristik dari kerja sama ini adalah pengembangan digital twin berbasis artificial intelligence (AI) dari Khaby Lame. Teknologi tersebut memungkinkan wajah, suara, dan gestur khasnya digunakan secara legal dan terkontrol untuk konten multibahasa, siaran langsung virtual, hingga interaksi digital tanpa batas waktu dan lokasi.
Bagi industri kreator, langkah Khaby Lame menjadi preseden penting. Influencer tidak lagi diposisikan sebagai alat pemasaran jangka pendek, tetapi sebagai entitas bisnis dengan nilai aset yang dapat diukur dan diperdagangkan.
Dikenal luas lewat video tanpa dialog yang menyindir trik hidup berlebihan, Khaby Lame berhasil membangun basis penggemar lintas budaya.
Dengan estimasi sekitar 360 juta pengikut di berbagai platform, ia kini menjelma menjadi salah satu figur digital paling berpengaruh di dunia—bukan hanya di layar, tetapi juga di meja negosiasi bisnis global.
(Dist)











