BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tim dosen dan mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) kembali melakukan pengabdian masyarakat dengan membantu warga Desa Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Selama enam hari, mulai 2 hingga 7 Oktober 2025, mereka memasang panel penerangan di jalur rotan yang selama ini menjadi jalur utama warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani rotan.
Program ini dipimpin Dr. Bryan Denov, S.T., M.T. dari Kelompok Keahlian Teknik Ketenagalistrikan STEI ITB. Ia didampingi beberapa dosen, di antaranya Prof. Ir. Syarif Hidayat, MT, Ph.D., Dr.Eng. Ir. Infall Syafalni, S.T., M.Sc., Dr. Lenny Putri Yulianti, S.T., M.T., serta Prof. Ir. Ramadhani Eka Putra, S.Si., M.Si., Ph.D. Selain itu, Sumedi, teknisi laboratorium STEI ITB, turut memperkuat tim.
Kegiatan ini juga melibatkan aktivis pengelolaan rotan lestari dari komunitas “Jelajah Rattan”, Muhammad Alfath Kurniadi, serta warga setempat. Enam mahasiswa STEI ITB ikut terjun langsung: Gregorius Yoga Robianto, Habibie Muhammad Ghifari, Hilary Evelyn Tjandra, Muhammad Luthfii Alghazali, Rafie Naufal Halimi, dan Taqidito Ilham Pratama.
Inovasi Energi Terbarukan
Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2024 yang fokus pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH). Kali ini, isu yang ditangani adalah minimnya penerangan di jalur rotan, akses yang curam, gelap, dan sering dilalui hewan liar sehingga menyulitkan warga bekerja pada malam hari.
Panel penerangan yang dipasang memanfaatkan aki sehingga tidak membutuhkan jaringan kabel panjang. Panel dilengkapi sensor otomatis yang menyala ketika ada orang lewat, serta sudah terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Empat titik rawan di jalur rotan menjadi lokasi pemasangan panel.
Namun pemasangan tidak mudah. Jalur yang terjal serta keterbatasan akses internet membuat proses instalasi memerlukan usaha ekstra.
Selain panel penerangan, tim juga memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Fasilitas ini diharapkan dapat menyediakan listrik bagi pos penerangan, mengisi daya aki panel, serta membantu kebutuhan energi petani lainnya.
Baca Juga:
Kurangi Beban Biaya, Tingkatkan Keamanan
Warga Desa Sumpur Kudus menyambut baik program ini. Sebelum adanya panel, petani hanya mengandalkan head lamp saat bekerja malam hari, kebutuhan yang menghabiskan biaya hingga Rp6 juta setiap bulan.
Dengan adanya panel, akses menjadi lebih terang dan aman, sekaligus mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
Masyarakat berharap program energi terbarukan ini terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang.
“Pengmas tempat menerapkan ilmu kita secara langsung. Jangan ragu mencoba karena kegiatan seperti ini memberikan manfaat luas, terutama bagi masyarakat Desa Sumpur Kudus,” ujar Habibie, salah satu mahasiswa STEI ITB, dikutip dari laman resmi STEI ITB, Sabtu (22/11/2025).
(Budis)











