BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – TNI Angkatan Darat menegaskan seluruh layanan komunikasi satelit Starlink yang dipasang di wilayah banjir Sumatera dapat digunakan masyarakat secara gratis. Klarifikasi ini dikeluarkan untuk meredam keresahan publik setelah beredar kabar dugaan pungutan liar kepada warga yang ingin memanfaatkan akses internet tersebut.
Kepala Bagian Info Dispenad, Letkol (Arm) Sayed Syahrial, menyebut fasilitas internet satelit itu memang disediakan secara cuma-cuma oleh penyedia layanan hingga akhir Desember. Artinya, tidak ada biaya pulsa maupun tarif pemakaian yang dibebankan kepada masyarakat.
“Untuk pembayaran pulsa, itu sudah digratiskan dari penyedia Starlink itu sendiri sampai dengan akhir Desember,” kata Sayed di Lanud Halim Perdanakusuma, dikutip Sabtu (6/12/2025).
Sayed menjelaskan, pernyataan Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya sempat menyinggung soal tidak adanya kepastian pihak yang membayar pulsa perangkat Starlink, sejatinya merujuk pada konteks bahwa biaya tersebut memang sudah digratiskan.
“Yang dimaksud bapak KSAD tidak tahu siapa yang mengurus pulsanya karena itu memang sudah digratiskan,” tegasnya.
TNI AD, kata Sayed, ingin memastikan tidak ada kesalahpahaman yang berkembang, terutama di tengah situasi darurat yang membutuhkan layanan informasi cepat dan akurat.
Pada banyak titik banjir, koneksi internet konvensional terputus akibat rusaknya infrastruktur komunikasi. Di sinilah perangkat Starlink memainkan peran penting, memberikan konektivitas stabil bagi masyarakat, sekaligus mendukung koordinasi operasi evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan.
Baca Juga:
Rekaman Jembatan Gantung Kaliregoyo Senilai Rp9 Miliar Putus Tersapu Banjir
TNI AD menegaskan tugas mereka adalah mengantarkan perangkat ke lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau serta membantu pemasangan di area dengan kebutuhan komunikasi tinggi.
Dengan koneksi ini, posko pengungsian, kantor pemerintah, BPBD, hingga tim pencarian dapat saling terhubung tanpa hambatan, mempercepat proses penanganan bencana.
Sebanyak 38 unit Starlink dikerahkan ke Sumatera Barat, terdiri dari 33 unit milik Kementerian Pertahanan dan lima unit dari Puskomlekad. Seluruh perangkat itu disebarkan melalui Kodim ke titik-titik terdampak banjir.
Pemasangan dilakukan personel Komunikasi dan Elektronika Komando Daerah Militer (Komlekdam) XX/TIB untuk memastikan setiap lokasi strategis mendapatkan akses internet darurat.
TNI AD berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi tulang punggung komunikasi publik hingga proses pemulihan pascabencana berjalan optimal.
(Budis)











