JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – BNPB terus memperbarui data korban akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Rabu (17/12/2025) pukul 13.30 WIB.
Tercatat sebanyak 1.053 orang meninggal dunia, 200 hilang, 7 ribu terluka. Hal ini berdasarkan dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.
Selain itu, tercatat 147.236 ribu rumah rusak di 52 kabupaten. Bencana ini juga merusak 434 rumah ibadah, 967 fasilitas pendidikan, 219 fasilitas kesehatan, 145 jembatan, 290 gedung/kantor, serta 1,6 ribu fasilitas umum.
Benarkah Tenda BNPB Kosong?
BNPB menindaklanjuti adanya informasi adanya tenda kosong. Dari informasi di lapangan, tenda yang dimaksud adalah tenda keluarga (bukan tenda pleton) yang dipergunakan untuk tidur warga pada malam hari, sementara di siang hari warga melakukan aktivitas di luar tenda.
Adapun tenda yang di dalam video tersebut tenda yang baru didirikan dan sedang dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. BNPB telah menyerahkan koordinasi terkait pemakaian tenda kepada pemerintah daerah setempat.
Hingga kini BNPB masih terus menerima permintaan penambahan tenda, dan terus menyediakan suply tenda bagi warga yang membutuhkan.
BNPB sangat terbuka untuk komentar dan kritik dari masyarakat, mungkin juga ada yang akan menganggap video ini direkayasa dan lain sebagainya.
Satu hal yang pasti, warga terdampak yang saat ini masih mengungsi pasti memerlukan tempat berlindung, dan BNPB akan terus mencoba memenuhi kebutuhan itu. Jika ada tenda belum termanfaatkan, maka kita akan geser ke lokasi yang lebih membutuhkan.
“Mari berbaik sangka dan bekerjasama untuk membantu warga terdampak bencana Sumatra,” tulis akun @bnpb_indonesia.
Baca Juga:
Prabowo Kirim 125 Ribu Pakaian Batal Ekspor untuk Korban Bencana Sumatera
3.274 Sekolah Rusak, 276 Ribu Siswa Terdampak Bencana Sumatera-Aceh
Kota Padang Bersiap Masuk dari Fase Transisi Darurat ke Pemulihan
Hari ke-20 berada di Kota Padang, Direktur Penanganan Darurat dan Logistik BNPB, Afrial menyampaikan perkembangan penanganan banjir bandang yang terjadi sejak 27 November lalu.
Status darurat telah ditetapkan untuk beberapa wilayah terdampak, dan seiring kondisi yang semakin kondusif, Pemerintah Kota Padang bersama BNPB bersiap memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
Fokus penanganan kini diarahkan pada penyelesaian pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, sekaligus memastikan lokasi pengungsian yang lebih layak dan aman.
Ke depan, BNPB telah menyiapkan rencana pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak, khususnya bagi warga dengan rumah rusak berat dan yang berada di zona merah, sebelum nantinya mendapatkan hunian tetap.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memulihkan kehidupan masyarakat secara bertahap, aman, dan berkelanjutan pascabencana.











