BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menjelang Hari Kartini, publik justru dihebohkan oleh viralnya lagu berjudul “Erika” di media sosial. Bukannya mendapat pujian lagu tersebut malah memicu kontroversi karena liriknya tidak pantas dan dianggap merendahkan perempuan.
Salah satu figur publik yang angkat bicara adalah influencer sekaligus pelukis, Erika Richardo. Melalui unggahan video di akun Tiktok pribadinya, Erika mengungkapkan perasaan tidak nyaman sekaligu kekecewaannya terhadap lagu yang tengah ramai diperbincangkan itu.
Awalnya, Ia mengira lagu tersebut merupakan hasil buatan (AI). Namun setelah mendengar liriknya, Erica justru merasa sedih dan heran bagaimana lagu dengan isi seperti itu bisa menjadi viral di tengah masyarakat.
“Menurut aku lagu itu sangat-sangat tidak menghargai perempuan,“ ungkapnya melalui akun Tiktok pribadinya, dikutip pada Jumat (17/4/2026).
Bukan hanya soal isi lagu, Erika juga menyoroti dampak yang ia rasakan secara pribadi. Ia mengaku namanya yang kebetulan sama dengan judul lagu tersebut ikut terseret dalam arus kontroversi.
Akibatnya, pencarian tentang dirinya di internet justru dipeuhi hal-hal negatif bukan karya positif yang selama ini ia bangun.
“Harusnya kita merayakan perempuan, tapi justru muncul hal-hal seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga:
Lirik Lagu HMT ITB Dinilai Lecehkan Perempuan, Lagu Lama ‘Erika’ Dianggap Humor Kampus
Menurutnya, kemunculan lagu tersebut yang berdekatan dengan peringatan Hari Kartini terasa sangat ironis. Peringatan ini seharusnya menjadi waktu untuk menghargai perjuangan dan martabat perempuan bukan sebaliknya.
Di kolom komentar akun tiktok @erikarichardo, respon netizen pun bermunculan. Banyak yang memberikan dukungan kepada Erika dan perempuan lainnya.
“aku yg namanya bukan erika aja ga nyaman dengan lagunya” tulis@B** ***.
“Sakit bgt apalgi dstu posisiny ada cwe jg loh” tulis @Hy**.
“betull kak… Miris bangett semangat terus untuk kakak dan perempuan² hebat diluar sanaa!!” tulis @S***.
Di tengah rasa kontroversi yang terjadi, Erika tetap mengajak para perempuan untuk saling menguatkan den memberi dukungan satu sama lain. Ia berharap semangat positif terus terjaga, khususnya bagi mereka yang sedang berkarya dan mengejar impian.
Saat ini, Erika juga tengah mengerjakan lukisan bertema Hari Kartini yang dibuat untuk rute perjalanan rute Jakarta-Surabaya. Karya tersebut ia persembahkan untuk para perempuan sebagai simbol dukungan untuk para perempuan.
Menutup pernyataannya ia berharap polemik ini tidak menghilangkan makna perayaan Hari Kartini dan ia pun mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam berkarya dan menyebarkan hal-hal positif.
(Magang Unpas/T.Naila Ananda)











