BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Aktivitas berkuda menjadi salah satu pilihan wisata yang kian diminati masyarakat selama musim liburan, termasuk di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Tren ini turut dipengaruhi oleh maraknya konten pengalaman berkuda di media sosial seperti TikTok, yang menampilkan sensasi menunggang kuda di alam terbuka.
Di sejumlah destinasi wisata, aktivitas berkuda kini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari wisata edukatif yang melibatkan interaksi langsung antara manusia dan hewan. Meski demikian, berkuda tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terutama bagi pemula.
Tanpa teknik dasar dan persiapan yang tepat, aktivitas ini berpotensi menimbulkan cedera, baik bagi penunggang maupun kuda itu sendiri.
Panduan dasar berkuda untuk pemula salah satunya dijelaskan oleh pelatih berkuda Joan melalui kanal YouTube JSHorsemanship. Dalam videonya, ia menekankan pentingnya keselamatan dan pemahaman teknik sejak awal.
“Berkuda dapat menjadi pengalaman yang luar biasa jika dilakukan dengan aman dan benar,” ujar Joan.
Panduan tersebut disusun kembali berdasarkan penjelasan dalam video, dengan penyesuaian agar mudah dipahami oleh masyarakat umum, khususnya wisatawan yang baru mencoba aktivitas berkuda.
Instruktur dan Kuda yang Tepat Jadi Kunci Awal
Menurut Joan, langkah pertama yang perlu dilakukan pemula adalah mencari instruktur profesional. Kehadiran pelatih dinilai penting untuk membentuk teknik dasar sekaligus mencegah kesalahan yang berisiko.
Instruktur juga membantu penunggang merasa lebih aman dan percaya diri selama proses belajar.
Selain itu, pemilihan kuda yang tepat menjadi faktor penentu. Pemula disarankan menggunakan kuda yang memiliki karakter tenang, sabar, dan tidak mudah reaktif terhadap kesalahan.
Kuda dengan karakter seperti ini dinilai lebih aman untuk tahap awal, karena mampu beradaptasi dengan penunggang yang masih belajar.
Baca Juga:
Cibogo Horse Festival 2025: Warisan Budaya Berkuda Masyarakat Sumedang
Persiapan Tidak Boleh Diabaikan
Sebelum menunggang, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan, mulai dari membersihkan tubuh kuda hingga memasang perlengkapan.
Membersihkan atau brushing bertujuan menghilangkan kotoran sekaligus mencegah iritasi akibat pelana. Proses ini juga menjadi cara awal membangun kedekatan antara penunggang dan kuda.
Setelah itu, pelana dipasang dengan posisi yang tepat mengikuti arah bulu, kemudian dikencangkan agar tidak bergeser. Tali kekang pun dipasang dengan hati-hati agar tetap nyaman bagi kuda.
Perlengkapan Keselamatan Wajib Digunakan
Dalam berkuda, penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Helm merupakan perlengkapan utama yang wajib digunakan untuk melindungi kepala dari risiko cedera.
Selain itu, sepatu tertutup dengan hak serta celana panjang juga dianjurkan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan saat berkuda.
Teknik Dasar Menentukan Kendali
Saat mulai menunggang, pemula dianjurkan menggunakan pijakan atau mounting block untuk menjaga keseimbangan sekaligus mengurangi tekanan pada punggung kuda.
Posisi tubuh juga harus diperhatikan. Penunggang sebaiknya duduk tegak dengan garis sejajar antara telinga, bahu, pinggul, dan tumit agar tetap stabil mengikuti gerakan kuda.
Untuk menggerakkan kuda, cukup dengan tekanan lembut menggunakan kaki, sementara untuk menghentikan kuda dilakukan secara bertahap dengan mengendurkan tubuh dan menarik tali kekang secara perlahan.
Dalam mengarahkan kuda, penunggang perlu mengombinasikan gerakan tubuh, kaki, dan tangan. Prinsip dasarnya adalah menutup arah yang tidak diinginkan dan membuka arah tujuan.
Bangun Koneksi
Selain teknik, aspek emosional juga menjadi bagian penting dalam berkuda. Kuda dikenal sebagai hewan yang peka terhadap emosi manusia.
Karena itu, penunggang disarankan tetap tenang, menghindari gerakan mendadak, serta membangun komunikasi secara lembut.
Joan menyebut, proses belajar berkuda merupakan perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi, karena setiap penunggang akan mengalami perkembangan yang berbeda.
Wisata Edukatif
Meningkatnya minat terhadap berkuda menunjukkan adanya pergeseran tren wisata ke arah pengalaman yang lebih interaktif dan bermakna. Di kawasan wisata seperti Lembang, aktivitas ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran.
Dengan persiapan yang tepat dan pemahaman dasar yang memadai, berkuda dapat menjadi pilihan wisata keluarga yang aman sekaligus memberikan pengalaman baru di tengah suasana alam terbuka.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Muhammad Dewa Egi Maulana)











