Voice of Baceprot Guncang Panggung DKJ 2025 dengan Pesan Pedas soal Tambang

Voice of Baceprot
Voice of Baceprot (Instagram/@voiceofbaceprot)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Grup musik Voice of Baceprot (VOB) kembali menunjukkan tajinya, kali ini bukan sekadar lewat dentuman musik metal mereka, tapi lewat pesan kuat yang menggugah hati.

Dalam Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, VOB menyoroti isu eksploitasi tambang dan kerusakan lingkungan lewat monolog yang menggetarkan sebelum membawakan lagu “Mighty Island.”

Vokalis sekaligus gitaris, Firda Marsya Kurnia, menyebut lagu tersebut sebagai “lagu duka” bagi alam yang telah dieksploitasi tanpa henti oleh industri pertambangan.

“Lagu ini adalah lagu duka bagi alam, di mana dia dulu memberi kita makan, namun kini hanya menyisakan lubang-lubang dalam sisa tambang,” ucap Firda dengan nada tegas di hadapan penonton yang terpaku menyimak.

Solidaritas untuk Korban Perusakan Alam

Tak berhenti di situ, Firda menegaskan bahwa “Mighty Island” ditulis bukan hanya sebagai bentuk ekspresi seni, tetapi juga seruan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak langsung dari praktik eksploitasi alam.

“Kami menulis lagu ini untuk mereka-mereka yang tanahnya dirampas, airnya diracun, dan suaranya dibungkam,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah penonton yang memenuhi ruangan.

Pesan yang disampaikan VOB terasa seperti mantra musik untuk bumi yang terluka. Melalui lirik dan energi panggung yang menggetarkan, mereka seolah mengingatkan publik bahwa kerusakan lingkungan bukan sekadar isu pinggiran, melainkan krisis yang mengancam kehidupan.

Baca Juga: 

Jadwal Konser dan Acara Musik Bandung Akhir Pekan Ini: Dari White Chorus hingga FOREVER KIDS VOL.1

BLACKPINK Mulai Syuting Video Musik Baru, Comeback Diprediksi Sebelum Akhir 2025

Alarm bagi Manusia

Dalam monolognya, Firda juga menyampaikan pesan tajam bahwa lagu ini bukan hanya bentuk keluhan, tetapi peringatan keras bagi seluruh manusia.

“Lagu ini juga adalah alarm peringatan. Bahwa ketika bumi dihisap habis, yang mati bukan hanya alam, tapi juga manusia si perusak alam nomor satu,” tegasnya lantang.

Ucapan tersebut sontak menggema di dalam gedung dan membuat suasana hening sesaat sebelum sorakan dan tepuk tangan panjang pecah. Penampilan itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam gelaran Pidato Kebudayaan DKJ tahun ini.

Usai menyampaikan monolognya, Voice of Baceprot melanjutkan dengan membawakan “Mighty Island”, lagu penuh energi yang memadukan distorsi gitar garang dan pesan ekologis mendalam.

Dengan penampilan yang berapi-api, trio asal Garut ini membuktikan bahwa musik bisa menjadi medium paling kuat untuk menyuarakan kepedulian terhadap bumi.

(Hafidah Rismayanti/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru