BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kapten Selangor FC, Faisal Halim sampaikan pandangannya terkait atmosfer pertandingan yang tersaji di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung saat menghadapi Persib Bandung, Kamis, 23 Oktober 2025. Faisal Halim menjelaskan atmosfer pertandingan itu sebenarnya sudah dirasakan sejak malam hari.
Menurut Faisal Halim, atmosfer pertandingan di lapangan sebenarnya berjalan normal. Pasalnya Selangor FC sudah terbiasa bermain di bawah tekanan suporter lawan ketika tampil di kompetisi domestik. Sehingga rekan setimnya tetap bisa menjaga konsentrasi di banyak situasi.
“Sebagai pemain profesional itu adalah normal, saya bisa lihat para pendukung Persib datang ke stadion untuk mendukung timnya. Ketika bermain tandang, kami harus lebih fokus dan mental harus lebih kuat untuk mempersiapkan diri.” jelas pemain Timnas Malaysia itu.
Baca Juga:
Update Klasemen AFC Champions League Two: Persib Bandung di Puncak Usai Taklukkan Selangor FC!
Bungkam Selangor FC 2-0, Persib Kunci Pucuk Pimpinan Klasemen Sementara Grup G ACL 2
Pemain bernomor punggung 7 itu juga menyebutkan bahwa kekalahan atas Persib adalah bukan target timnya. Namun ia perlu mengapresiasi kerja keras tim yang sudah sekuat tenaga mengimbangi permainan lawan. Baginya, kekalahan ini harus dijadikan pelajaran untuk berbenah di laga selanjutnya.
“Ini bukan hasil yang bagus bagi kami, kami sudah mencoba mengerahkan yang terbaik. Bagi saya, ini tidak cukup di level yang lebih tinggi, kami harus mendorong diri untuk berlatih lebih keras untuk bertanding di laga yang besar,” imbuh Faisal.
Disinggung soal teror yang diberikan oknum suporter dengan cara menyalakan petasan dan kembang api di hotel tempat menginap tim Selangor FC, bagi Faisal Halim ini adalah hal normal. Sebab di Malaysia, ia sering merasakan teror tersebut.
Ia pun tak mau menjadikan teror tersebut sebagai alasan utama di balik kekalahan itu. Sebab, jika dilihat dari permainan, Persib Bandung sukses bermain lebih baik ketimbang timnya.
“Ya itu (teror oknum suporter) kadang-kadang terjadi di Malaysia juga. Itu bukan suatu masalah yang besar.” tutupnya.
(RF/_Usk)











