Warga Resah, Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Tasikmalaya Bertambah

Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Tasikmalaya Bertambah
Rumah warga di dusun Margamulya yang mulai retak akibat pergerakan tanah. Mereka kini resah karena rumah korban pergerakan tanah terus bertambah (Dok. Warga)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengatakan, jumlah rumah terdampak pergerakan tanah di Dusun Margamulya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, terus bertambah. Mereka menjadi resah, selain pergerakan tanah itu terjadi setiap hari, ada diantaranya terpaksa mengungsi.

Ia menjelaskan, untuk memastikan keselamatan warga, petugas gabungan terus bersiaga di lokasi. Sedangkan pemerintah daerah bersama BPBD kini tengah menunggu Badan Geologi melakukan kajian untuk menentukan langkah penanganan yang tepat terhadap bencana ini.

“Kami masih menunggu tim ahli dari PVMBG untuk mengecek dan melakukan kajian di lokasi. Kejadian ini menyebabkan puluhan unit rumah terdampak dan dua rumah harus dikosongkan karena rusak berat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, Minggu (16/2/2025)

Pergerakan tanah ini lanjut dia, perlu diwaspadai karena dapat memicu longsor. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani situasi ini.

Sementara salah seorang warga terdampak Dedeh Rahmayanti, mengaku was-was dengan kondisi ini. Ia dan suaminya sudah mengemas barang-barang untuk dibawa ke pengungsian.

“Iya, saya khawatir, kami sudah mengemas barang-barang untuk mengungsi karena rumah sudah retak-retak. Awalnya retakannya kecil, tapi sekarang semakin membesar,” ujarnya.

Tanah pada dasarnya adalah sebuah komponen organik yang bisa dikatakan hidup. Maka tak mengherankan jika kita banyak sekali menemukan kejadian, atau bencana yang menyebabkan tanah tersebut dapat bergerak seperti memiliki kehidupan.

BACA JUGA: 19 Daerah di Jawa Barat Rawan Pergerakan Tanah

Pergerakan tanah adalah perpindahan massa tanah atau batuan yang terjadi secara mendatar, miring, atau tegak. Pergerakan tanah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gravitasi, arus air, dan beban luar.

Pergerakan tanah dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, infrastruktur jalan, dan bahkan korban jiwa. Pemerintah perlu memastikan kondisi ini agar warga bisa mencari jalan keluar.

 

(Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru