323 Km Jalan Kabupaten Bekasi Rusak: Mau Perbaiki, Anggaran Seret

Jalan rusak kabupaten bekasi (Dok Pemkab Bekasi)
Jalan rusak kabupaten bekasi (Dok Pemkab Bekasi)
-

Tidak ada video disisipkan.

BEKASI, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan yang tercatat mengalami kerusakan sepanjang 323 kilometer dari total 1.077 km jalan di wilayahnya. Kerusakan yang bervariasi dari ringan, sedang, hingga berat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Henry Lincoln, mengungkapkan tantangan anggaran yang dihadapi.

“Tahun ini dianggarkan Rp300 miliar, yang hanya bisa mencakup enam persen dari total panjang jalan yang rusak,” kata Henry, mengutip Antara, Senin (16/9/2025).

Total dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki seluruh ruas jalan di 23 kecamatan diperkirakan mencapai Rp4 triliun, sementara APBD Kabupaten Bekasi 2025 senilai Rp8,3 triliun harus dialokasikan untuk seluruh sektor.

Lincoln menyatakan kesulitan memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur tanpa dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat.

Perbaikan jalan rusak di Kabupaten Bekasi akan dilakukan secara bertahap dengan target menyelesaikan seluruh ruas dalam kondisi baik dalam lima tahun ke depan.

Inovasi pun diperlukan, salah satunya dengan menggunakan aspal dari limbah plastik yang telah diujicoba pada akses jalan menuju Tol Gabus.

Saat ini, ruas jalan dalam kondisi baik mencapai 70 persen, mendekati standar kemantapan jalan nasional Kementerian PU sebesar 80 persen.

Namun, dengan volume kendaraan yang tinggi dari sektor industri, faktor kualitas jalan perlu terus ditingkatkan tidak hanya dari segi kemantapan, tetapi juga panjang dan lebarnya.

BACA JUGA

Menyamar Jadi AKP, Pria 59 Tahun Ditangkap Polres Metro Bekasi Usai Tipu Korban Rp86 Juta

Tunjangan ASN Pemkab Bekasi Dievaluasi! TPP Kepala Dinas Tembus Rp43 Juta Per Bulan

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa hanya mengandalkan APBD.

“Kami dorong dinas teknis untuk mencari terobosan. Selain mengoptimalkan pendapatan daerah, kami juga menggandeng dunia usaha dan mengajukan bantuan ke Pemprov Jawa Barat serta Pemerintah Pusat,” katanya.

Ade menekankan bahwa infrastruktur adalah sektor fundamental yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi.

Ia meminta perhatian serius dari pemerintah pusat dan provinsi karena persoalan infrastruktur di Bekasi berkaitan erat dengan kepentingan perekonomian nasional, megingat kawasan ini merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru