4 Hari Tanpa Hujan, Karhutla Riau Meluas Terkendala Minim Air dan Medan Sulit

Karhutla Riau
(TikTok/Kebun Durian WKSD)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam dua hari terakhir, wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau mulai diselimuti kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di lima kecamatan. Meski belum berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, aroma asap mulai tercium sejak Jumat (18/7/2025) hingga Sabtu (19/7/2025) malam.

Tim gabungan terus berupaya memadamkan api, namun menghadapi tantangan berat berupa medan yang sulit dijangkau dan minimnya sumber air, terutama di kawasan perbukitan Kecamatan Rokan IV Koto dan Rambah, dua wilayah yang mencatatkan jumlah titik panas terbanyak.

Data dari BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat, Kabupaten Rokan Hulu menjadi daerah dengan kontribusi hotspot tertinggi di Provinsi Riau, yakni 107 dari total 259 titik panas yang terdeteksi. Lima kecamatan yang terdampak karhutla meliputi Rambah, Rokan IV Koto, Rambah Samo, Bangun Purba, dan Kepenuhan.

Kepala BPBD Rokan Hulu melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Boy Arta, menyampaikan bahwa kondisi medan yang curam serta akses yang terbatas menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman. Pihaknya telah mengajukan bantuan helikopter water bombing ke BPBD Provinsi Riau, namun armada tersebut masih dalam tahap perbaikan.

“Kami khawatir api semakin meluas karena angin kencang dan kondisi tanah yang kering,” ujarnya, dikutip Minggu (20/7/2025).

Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu (Rohul) AKBP Emil Eka Putra turut terjun langsung memimpin tim gabungan yang terdiri dari personel Polres, TNI, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dalam upaya pemadaman api. Dengan peralatan seadanya seperti pompa punggung, tim harus menempuh medan terjal dengan berjalan kaki karena akses menuju lokasi tidak bisa dilalui kendaraan.

Kapolres Emil juga menginstruksikan pembagian tim ke sejumlah desa yang terdampak, serta mengimbau masyarakat agar menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kami akan proses hukum pelaku pembakaran lahan. Ini serius,” tegasnya.

Pantauan lapangan menunjukkan asap pekat mulai terlihat menggantung di langit Pasirpengaraian dan perbukitan sekitarnya. Warga masih beraktivitas seperti biasa, meski udara mulai terasa sesak. Beberapa warga menduga kebakaran dilakukan secara sengaja untuk membuka lahan sawit.

Warga meminta aparat bertindak tegas.

“Sudah hampir sepekan asap dari perbukitan ini menyelimuti kota. Kami minta pelakunya ditangkap,” ujar Budi (45), warga Pasirpengaraian.

Di perbatasan Riau dan Sumbar, tim gabungan berhasil memadamkan karhutla seluas dua hektare di wilayah Nagari Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Lokasi ini berada dekat wilayah hukum XIII Koto Kampar.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S memimpin langsung operasi tersebut dan menegaskan bahwa seluruh pihak bergerak cepat untuk mencegah meluasnya kebakaran.

“Jenis lahan terbakar adalah semak dan kebun sawit. Pemilik lahan masih diselidiki,” ujarnya.

Polres Kuantan Singingi berhasil menangkap seorang pria berinisial SP (59) yang diduga membakar lahan miliknya sendiri untuk dijadikan kebun kelapa sawit. Penangkapan dilakukan pada Sabtu (19/7) di Desa Pulau Kalimanting, Kecamatan Benai. Dalam pemeriksaan, SP mengakui perbuatannya.

BMKG: Empat Hari Tanpa Hujan, Titik Panas di Riau Melonjak

Kondisi cuaca kering yang berlangsung hampir empat hari terakhir memicu lonjakan signifikan titik panas di Riau, dari 11 titik pada 15 Juli menjadi 259 titik pada 18 Juli. Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Rokan Hilir (Rohil) tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.

Citra satelit BMKG menunjukkan pergerakan asap mulai mengarah ke timur laut, bahkan telah terdeteksi hingga wilayah Teluk Kemang, Malaysia. Arah angin dari tenggara ke barat laut turut mempercepat penyebaran asap. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena kondisi cuaca yang sangat kering meningkatkan potensi kebakaran.

Baca Juga:

Sumatera Selatan Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla

BMKG: Antisipasi Karhutla Adakan Modifikasi Cuaca di 5 Provinsi

Kualitas udara di Pekanbaru pun mengalami penurunan. Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat di angka 104, yang termasuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok rentan. BMKG mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker guna menjaga kesehatan.

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru