BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Agung Yansusan memuji pencapaian Jabar sebagai provinsi dengan kontribusi investasi paling besar secara nasional hingga 15%.
Namun, anggota Komisi II ini menyoroti gini rasio hingga 0,4% atau masih terjadi ketimpangan pengeluaran/pendapatan penduduk. Adapun sehatnya di angka 0,2% sampai dengan 0,35%.
Hal tersebut diungkapkan Agung saat rapat kerja Bapemperda DPRD Jabar bersama Sekda Jabar Herman Suryatman dan Perangkat Daerah.
“Artinya ada yang berbahaya, karena itu Perda ini saya tarik ke isu Jabar Selatan jangan sampai jadi anak tiri, sehingga harus masuk priritas dalam pembuatan Perda,” ujarnya.
Baca Juga:
Agung Yansusan Kunjungi Balai Benih Kentang di Pangalengan
Agung Yansusan Soroti Pemotongan Zakat pada Gaji P3K Rp600 Ribuan
Agar ekonomi di Jabar Selatan maju, pihaknya mendorong pengembangan industri ketahanan pangan mengingat di Jabar Utara sudah berdiri industri pengolahan yang kuat.
Menurutnya, sekotr pertanian perlu digenjot dan menjadi perhatian karena menduduki rangking 3 sebagai penyumbang ekonomi Indonesia.
“Saya mengusulkan agar jabar selatan fokus kepada sektor ketahanan pangan dan pertanian,” katanya.











