BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Agung Yansusan, melalui unggahan reels di akun Instagram pribadinya @agung.yansusan, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya penyalahgunaan obat batuk di kalangan anak muda.
Dalam video tersebut, ia menyampaikan peringatan khusus kepada para pemilik warung dan minimarket agar tidak sembarangan menjual obat batuk dalam jumlah besar kepada anak-anak atau remaja yang memborong secara mencurigakan.
“Warga Jawa Barat, hati-hati kalau Anda berjualan punya warung tiba-tiba ada anak-anak yang memborong obat batuk yang terkenal sekarang yang lagi viral itu K***x, tolong jangan diberikan kalau dia borong ya, kenapa karena sekarang ada kebiasaan yang harus kita pantau bersama anak-anak muda mabuk dengan cara meminum obat batuk yang banyak sekali akhirnya mabuk dan laporan juga banyak, tolong edukasi kepada penjual warung termasuk yang di minimarket juga kalau ada sekelompok anak muda memborong obat batuk hati-hati, tolong jangan diberikan walaupun itu menguntungkan ya, menurut kalian bagaimana di daerah kamu ada nggak kejadian ini?,” ujar Agung.
Menurutnya, fenomena ini bukan lagi isu kecil. Penyalahgunaan obat batuk dengan cara dikonsumsi dalam jumlah berlebihan untuk menimbulkan efek mabuk telah menjadi tren berbahaya yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Ia menegaskan bahwa keuntungan sesaat dari penjualan tidak sebanding dengan dampak jangka panjang yang bisa merusak masa depan generasi muda.
Baca Juga:
Agung Yansusan Ajak Warga Jabar Tinggalkan Ramalan dan Perkuat Keimanan
Perkuat Ketahanan Pangan, Agung Yansusan dan Komisi II Tinjau KPBS Pangalengan
Dalam caption unggahannya, Agung Yansusan juga menulis, “Jangan tukar masa depan yang tak ternilai dengan kesenangan semu yang murah.”
Ia turut mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam mencegah praktik tersebut. Kesadaran kolektif, menurutnya, menjadi kunci utama agar peredaran dan penyalahgunaan obat batuk ini bisa ditekan.
“Yuk, bangun kesadaran bersama tentang bahaya mabuk obat batuk yang tengah marak. Sayangi dirimu sebelum terlambat.”
Lebih lanjut, Agung Yansusan menekankan pentingnya peran lingkungan sekitar, termasuk keluarga, sekolah, serta para pelaku usaha kecil, dalam mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja. Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan obat batuk tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat memicu gangguan perilaku, kecanduan, hingga potensi tindakan kriminal.
Ia berharap aparat terkait, tokoh masyarakat, serta para orang tua dapat memperkuat pengawasan dan komunikasi kepada generasi muda mengenai bahaya penggunaan obat yang tidak sesuai aturan. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari hal paling sederhana, yakni tidak memberikan akses mudah terhadap pembelian dalam jumlah besar tanpa alasan yang jelas.
Melalui unggahan tersebut, Agung Yansusan mengajak masyarakat Jawa Barat untuk lebih peka terhadap kondisi di lingkungan masing-masing. Ia juga membuka ruang diskusi dengan menanyakan apakah kejadian serupa sudah muncul di daerah lain, sebagai bentuk partisipasi publik dalam memetakan persoalan ini.
Imbauan ini menjadi pengingat bahwa menjaga generasi muda adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah agar fenomena mabuk obat batuk yang tengah marak dapat segera diantisipasi dan tidak semakin meluas di Jawa Barat.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Anggia Ananda Safitri)











