BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Penantang nomor satu kelas ringan UFC, Arman Tsarukyan, sedang berada di puncak performa. Ia mengalahkan tiga nama besar secara beruntun, yakni Beneil Dariush, Charles Oliveira, dan Dan Hooker, serta pernah membuat Islam Makhachev kewalahan. Namun ketika UFC mengumumkan laga perebutan gelar interim kelas ringan, namanya justru tidak muncul.
Sebaliknya, UFC memilih Paddy Pimblett, petarung peringkat lima, untuk menghadapi Justin Gaethje di UFC 324 pada Januari 2026. Keputusan ini membuat Tsarukyan merasa dipinggirkan dari jalur gelar yang secara logika lebih pantas ia dapatkan.
Merasa Ditinggalkan UFC demi ‘Golden Boy’ Baru
Tsarukyan tidak menutupi kekecewaannya. Ia menuding UFC sengaja membangun jalan pintas bagi Pimblett untuk menjadi bintang global baru dari Inggris. Menurutnya, alasan keluarga yang diberikan Ilia Topuria untuk mundur hanyalah “kedok”.
“Saya tahu UFC ingin Ilia melawan Paddy. Bahkan kalau saya menang KO pun, mereka sudah punya rencananya,” ujar Tsarukyan kepada ESPN, dikutip Selasa (2/12/2025)
“Ini bukan soal masalah keluarga. UFC ingin membuat Paddy jadi superstar dan menaruhnya di titel melawan Topuria,” lanjutnya.
Tsarukyan menilai UFC ingin menciptakan momen besar layaknya Khabib vs Conor versi generasi baru, petarung dominan melawan figur viral yang punya basis penggemar besar.
Dengan nada frustrasi, Tsarukyan menyebut bahwa UFC justru menahan jalannya menuju sabuk karena ia terlalu berbahaya bagi siapapun di divisi tersebut.
“Mereka tahu saya bisa mengalahkan siapa saja. Paddy mudah, Justin mudah, Ilia mudah. Islam memang butuh kerja keras, tapi dia sudah pergi. Sekarang tidak ada yang selevel dengan saya.” tegasnya.
Baca Juga:
Khamzat Chimaev Bakal Jadi Cornerman Arman Tsarukyan di UFC Qatar
Keyakinan tinggi Tsarukyan ini bukan tanpa dasar, rekornya di kelas ringan berbicara banyak. Namun komentar tajam ini sekaligus menunjukkan bahwa ia merasa sengaja “diparkir” dari jalur gelar.
Tsarukyan kini harus menunggu hasil pertarungan Gaethje vs Pimblett, lalu menunggu lagi pertarungan Topuria menghadapi pemenangnya.
Artinya, pintu gelar yang seharusnya sudah sangat dekat bisa tertunda hingga setahun penuh.
Padahal, Tsarukyan juga punya catatan yang pernah membuat promotor kesal, yakni mundur sehari sebelum rematch dengan Makhachev karena cedera punggung. Status itu mungkin turut memengaruhi keputusan UFC.
Walau merasa diperlakukan tidak adil, Tsarukyan tetap optimistis bahwa pada akhirnya pertarungan melawan Topuria akan terjadi. Ia percaya bahwa desakan publik akan memaksa UFC memberi jalan bagi dirinya.
“Pertarungan ini pasti terjadi. Semua orang berteriak ‘Arman, Arman, Arman.’ Juara berikutnya sudah ada di sini,” ujarnya.
(Budis)











