JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Sean Strickland kembali menjadi sorotan publik UFC. Petarung asal Amerika Serikat itu terkenal bukan hanya karena kemampuan bertarungnya di dalam oktagon, tetapi juga karena tingkahnya yang kerap menggiring kontroversi. Salah ssatunya adalah pereseteruan dengan Khamzat Chimaev,
Saat ini, Strickland terlibat dalam perseteruan panas dengan juara kelas menengah UFC, Khamzat Chimaev, yang dulu sempat menjadi rekan latihannya. Hubungan keduanya memburuk dan bahkan sempat diwarnai insiden menegangkan di gym.
Dari Rekan Latihan Jadi Rival
Di awal kariernya di UFC, Khamzat Chimaev sempat berkeliling ke berbagai sasana untuk mencari tempat latihan yang cocok. Salah satu gym yang sempat menjadi rumah baginya adalah Xtreme Couture di Las Vegas — tempat yang juga menjadi basis Sean Strickland dan pelatih kepala Eric Nicksick.
Saat itu, keduanya tampak akrab. Strickland dan Chimaev kerap berlatih bersama dan menunjukkan kekompakan dalam berbagai sesi latihan. Namun, suasana itu berubah drastis setelah keduanya mulai bersaing di kelas yang sama yakni divisi menengah (middleweight).
Titik balik hubungan mereka terjadi ketika Strickland mendapatkan kesempatan rematch melawan Dricus du Plessis, mengalahkan Chimaev dalam perebutan giliran penantang gelar. Sejak saat itu, ketegangan di antara keduanya makin meningkat.
Dalam beberapa wawancara, bahkan Strickland mengklaim bahwa dirinya sering “mendominasi” Chimaev saat latihan bersama. Komentar itu pun membuat suasana makin panas.
Chimaev Bongkar Reaksi Ekstrem Strickland
Dalam wawancara di BADAEV Podcast, Khamzat Chimaev akhirnya buka suara soal asal mula konfliknya dengan Strickland. Ia menceritakan bahwa perselisihan mereka bermula dari salah paham di ruang obrolan grup gym, yang berujung pada reaksi mengejutkan dari Strickland.
“Saya tidak tahu, waktu kami berlatih bersama dia masih normal,” ujar Chimaev, dikutip Kamis (16/10/2025).
“Suatu hari saya marah padanya, dan keesokan harinya dia datang ke gym membawa pistol. Dia pikir saya akan menyerangnya.”
Chimaev menjelaskan bahwa insiden itu terjadi karena kesalahpahaman bahasa.
“Kami punya grup WhatsApp untuk anggota gym. Ada seorang teman dari Chechnya, lalu Strickland menulis, ‘Saya pikir orang Chechnya itu kuat?’ Saya balas, ‘Kamu ayam Amerika, saya akan kalahkan kamu.’ Tapi ternyata dia hanya bercanda, dan saya salah paham karena bahasa Inggris saya waktu itu buruk.”
Meski akhirnya mereka tidak terlibat perkelahian nyata, insiden itu membuat hubungan mereka renggang hingga sekarang.
Baca Juga:
Khabib Beri Pesan Menyentuh untuk Islam Makhachev Jelang Duel vs Jack Della Maddalena di UFC 322
Khamzat Chimaev Disebut Bisa Siksa Alex Pereira Usai Kemenangan di UFC 320
Peluang Duel di Masa Depan
Melihat panasnya rivalitas di antara keduanya, banyak penggemar UFC yang berharap pertarungan Chimaev vs Strickland benar-benar terwujud di masa depan. Duel ini dinilai bisa menjadi salah satu laga paling menarik di divisi menengah.
Namun, sebelum itu terjadi, Sean Strickland perlu kembali ke jalur kemenangan setelah kehilangan sabuk juara yang sempat diraihnya pada 2023. UFC kemungkinan besar akan menunggu hingga Strickland mencatat beberapa kemenangan penting sebelum mengatur duel melawan Chimaev.
Jika benar terjadi, pertarungan antara petarung penuh kontroversi asal Amerika melawan juara tak terkalahkan asal Chechnya ini bisa menjadi laga blockbuster yang menyedot perhatian global.
Strickland: Dari Underdog ke Magnet Kontroversi
Sean Strickland dikenal sebagai petarung yang blak-blakan dan tidak segan mengeluarkan pernyataan kontroversial. Popularitasnya melonjak pesat setelah mengalahkan Israel Adesanya pada 2023 — kemenangan yang disebut sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah UFC.
Namun, sifatnya yang keras kepala dan komentarnya yang sering menyinggung membuatnya menjadi figur yang “dicintai sekaligus dibenci” oleh penggemar. Kini, dengan rivalitas baru melawan Chimaev, Strickland kembali menjadi topik utama dunia MMA.
(Dist)










