PARIAMAN, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman resmi menetapkan status tanggap darurat setelah banjir dan tanah longsor melanda sedikitnya 14 nagari di tujuh kecamatan, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa pemerintah bergerak cepat.
Keputusan ini diambil Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, usai menerima laporan kaji cepat di lapangan yang menunjukkan kerusakan meluas, keterbatasan sumber daya lokal, serta eskalasi ancaman akibat luapan sungai di sejumlah titik rawan.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Semua personel harus turun membantu tanpa menunggu perintah kedua,” tegas John Kenedy, Senin (24/11/2025).
Seluruh unsur BPBD, Satpol PP Damkar, hingga ASN dikerahkan untuk mempercepat evakuasi, distribusi logistik, dan penanganan darurat di lokasi terdampak.
BPBD Kabupaten Padang Pariaman mencatat 3.076 rumah terendam, setara 3.076 KK atau 9.228 jiwa terdampak banjir. Debit air sungai yang meluap menjadi pemicu utama.
Baca Juga:
Bupati Bandung Optimis Konsep Pentahelix Bisa Atasi Banjir Dayeuhkolot
3 Pengendali Banjir Bandung Selatan telah Berfungsi, Begini Dampaknya
Daerah paling luas terdampak mencakup:
- Kecamatan Lubuk Alung (Nagari Lubuk Alung, Sikabu Lubuk Alung, Kasang, Katapiang)
- Kecamatan Batang Anai (Nagari Sungai Buluah Barat)
- Kecamatan Sintuak Toboh Gadang (Nagari Sintuak, Toboh Gadang Selatan)
- Kecamatan Ulakan Tapakih (Kampung Galapuang Ulakan, Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Ulakan, Sulayat Ulakan, Sandi Ulakan, Sei Gimba Ulakan, Tapakih)
- Kecamatan 2 x 11 Anam Lingkung (Nagari Sicincin, Lubuk Pandan)
- Kecamatan Lingkung (Nagari Pakandangan)
- Kecamatan Nan Sabaris (Nagari Sunua Tengah, Padang Bintuangan, Pauah Kamba)
- Kecamatan V Koto (Nagari Campago)
Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, pemerintah daerah membuka delapan titik dapur darurat dan menyiapkan logistik seperti beras, minyak goreng, serta kebutuhan pokok lainnya.
Sebagai langkah cepat, sebanyak 2.000 paket makanan siap saji mulai didistribusikan ke nagari yang terisolasi dan lokasi dengan akses terbatas akibat genangan tinggi.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, hingga relawan guna mempercepat penanganan. Fokus saat ini untuk evakuasi warga lanjut usia, anak-anak, dan kelompok rentan, distribusi logistik ke daerah sulit dijangkau, pemantauan potensi susulan seperti longsor dan banjir bandang dan penilaian kebutuhan jangka menengah terkait hunian sementara.
John Kenedy kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
“Ikuti instruksi petugas. Kondisi cuaca masih dinamis, potensi bencana susulan harus diantisipasi bersama,” ujarnya.










