BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Puluhan remaja penuh semangat mengikuti acara A Moment to Remember: Be Your Own Light. Acara yang berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) diselenggarakan oleh Rumah Keluarga Indonesia dan Empathika yaitu layanan konsultasi psikologi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Acara ini menghadirkan tiga pembicara inspiratif khusus untuk kalangan remaja. Dengan kuota terbatas 50 peserta, acara ini bertujuan untuk membantu remaja mengenal diri mereka lebih dalam, membangun konsep diri yang sehat dan menemukan kekuatan karakter yang sudah ada dalam diri masing-masing.
“Kalian tidak harus menjadi orang lain untuk bersinar,” salah satu momen berkesan ucap Intan Nur Rahmi, Ketua BIPEKA Kota Bandung yang membuka pikiran para peserta.
Salah satu isu yang diangkat dalam diskusi adalah rasa enggan bercerita kepada orang tua. Bukan karena tidak sayang, melainkan karena adanya perasaan bahwa perbincangan dengan orang tua “tidak nyambung.”
Hal ini secara perlahan menciptakan “jarak” emosional antara remaja dan orang tua, bahkan jarak ini sebenarnya tidak disadari oleh kedua belah pihak. Para peserta diajak untuk menyadari pola ini dan memulai langkah kecil untuk komunikasi yang lebih terbuka di rumah.
Baca Juga:
Remaja Bandung Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan
Predator Game Online, Remaja 17 Tahun Dibawa Kabur dan Disekap Selama 3 Bulan
Selain itu, acara ini mengangkat pengenalan konsep 24 Karakter Via Strength yaitu sebuah pendekatan psikologi positif untuk menemukan “kekuatan baik” yang ada dalam setiap individu.
Kak Cael, Trainer Empathika memberikan perspektif yang menghangatkan para peserta. Dengan penuh keyakinan, ia berkata “Kalian itu hadir di sini artinya kalian berharga dan tau konsep dirinya apa.”
Konsep diri yakni cara seseorang melihat dan menilai dirinya sendiri yang merupakan pondasi dari kesehatan mental remaja. Remaja memiliki konsep diri yang posisitf cenderung lebih mampu menghadapi tantangan, membangun hubungan sehat, dan membuat keputusan yang bijak.
Kiswahyuni, Founder Emphatika menutup acara ini dengan pesan “Buatlah sinarmu sendiri dulu, lalu sebarkan cahaya itu untuk orang lain,” ucapnya.
Ini bukan tentang menjadi sempurna sebelum bisa membantu orang lain, ini tentang keberanian untuk mengenal diri sendiri, menerima diri sendiri, dan tumbuh agar pertumbuhan itu, kamu bisa menjadi cahaya bagi orang-orang di sekitarmu.
Emphatika dan Rumah Keluarga Indonesia membuktikan bahwa investasi terbaik untuk generasi muda adalah dengan membantu mereka mengenal dirinya sendiri karena dari situlah segala potensi dimulai.
(Magang UNPAD/Rifa Rayja Athallah)











