Bentuk Satgas Rokok Ilegal, Kemenkeu Targetkan Cukai Tembus Rp 300 Triliun

Satgas Rokok Ilegal
Ilustrasi- Polresta Cirebon terus mengupayakan pencegahan peredaran produk tembakau ilegal di wilayahnya. (Tribratanews)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Berantas peredaran rokok ilegal di Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga penerimaan negara dari sektor cukai serta menekan kerugian akibat produk tembakau ilegal.

“Insyaallah saya akan membentuk satgas pencegahan rokok ilegal dan cukai rokok,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama dalam konferensi pers APBN KiTa.

Djaka mengungkapkan, meskipun jumlah kasus penyitaan menurun, volume rokok ilegal yang berhasil diamankan melonjak 32% dibanding tahun lalu.

“Jumlah batang yang kita tindak sampai saat ini sekitar 285,81 juta batang,” ujarnya.

Baca Juga:

28 Juta Batang Rokok Ilegal di Kota Bandung Dimusnahkan

Cegah Rokok Ilegal, Pemkab Sumedang Gandeng KIM dan Bea Cukai

Satgas ini nantinya akan fokus pada pengawasan di wilayah rawan distribusi rokok tanpa pita cukai, dengan harapan memberikan efek jera bagi pelaku industri ilegal.

Cukai rokok masih menjadi tulang punggung penerimaan negara dari sektor cukai. Sepanjang 2024, penerimaan dari cukai rokok mencapai Rp 216,9 triliun, dari total Rp 226,4 triliun penerimaan cukai.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pendapatan dari bea dan cukai sebesar Rp 300 triliun, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Targetnya penerimaan bea cukai adalah Rp 300 triliun,” kata Sri Mulyani sambil berseloroh.

Pembentukan Satgas Rokok Ilegal menjadi bagian dari strategi fiskal untuk meningkatkan efektivitas pengawasan lapangan, mencegah peredaran rokok tanpa cukai, dan memperkuat penerimaan negara secara berkelanjutan.

Pemerintah berharap, satgas ini bisa berperan aktif dalam menekan peredaran rokok ilegal, sekaligus mengamankan target penerimaan yang ambisius di tengah tantangan ekonomi. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru