Bupati Cirebon Tanggapi Wacana Cirebon Bakal Jadi Daerah Istimewa: Harus Dikaji

Cirebon daerah istimewa
Bupati Cirebon Imron. (Instagram/kangimron.rosyadi)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bupati Cirebon, Imron menanggapi wacana Cirebon sebagai daerah istimewa. Menurutnya, wacana tersebut harus melalui kajian komprehensif yang melibatkan banyak elemen dan tidak bisa diputuskan secara sepihak.

Ia menjelaskan, saat ini sistem pemerintahan berbeda dengan masa lalu. Setiap keputusan, termasuk perubahan status daerah, harus melewati proses panjang dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

“Kalau bicara daerah istimewa, itu kewenangannya di pemerintah pusat, seperti halnya pemekaran wilayah. Tidak bisa hanya karena alasan historis atau budaya, harus dikaji secara menyeluruh,” kata Imron, dikutip Rabu (30/4/2025).

Ia juga menyinggung soal pembagian anggaran pusat yang saat ini masih menuai sorotan. Imron mengutip pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengeluhkan ketimpangan alokasi anggaran. Menurutnya, alokasi tersebut masih berbasis jumlah desa, bukan jumlah penduduk.

“Jawa Barat penduduknya jauh lebih banyak dari Jawa Tengah, tapi anggarannya lebih kecil. Karena itu, jika bicara daerah istimewa, kita juga harus pertimbangkan aspek keuangan dan struktur pemerintahan,” jelasnya.

Di sisi lain, pegiat budaya Cirebon, Raden Chaidir Susilaningrat, menyatakan dukungannya terhadap wacana ini, asalkan tujuannya untuk memperkuat pelestarian budaya, bukan sekadar kepentingan politik.

“Kalau status daerah istimewa bisa mendukung pelestarian budaya Cirebon, tentu kami sambut baik. Tapi kalau hanya sekadar untuk hingar-bingar politik, saya pribadi belum melihat urgensinya,” ucapnya.

Chaidir juga menyoroti pernyataan Gubernur Jawa Barat yang menyebut ingin menjadikan Cirebon seperti “Yogyakarta-nya Jawa Barat”. Namun menurutnya, maksud dari pernyataan tersebut lebih kepada menjadikan Cirebon sebagai pusat budaya dan pariwisata, bukan menjadikannya setara provinsi secara administratif.

“Kalau benar menjadi daerah istimewa, berarti setara provinsi, dan itu artinya Jawa Barat bisa kehilangan Cirebon. Tapi saya kira maksud Pak Gubernur lebih kepada menjadikan budaya Cirebon sebagai destinasi wisata unggulan, seperti Yogyakarta. Itu sangat kami dukung,” tegasnya.

Baca Juga:

Aksi Unjuk Rasa Jilid II Tuntut Perbaikan Jalan Rusak di Wilayah Timur Cirebon Digelar 8 Mei 2025

Pemkot Cirebon Izinkan Kegiatan Study Tour di Sekolah dengan Sejumlah Syarat

Ia menambahkan, jika memang akan membawa wacana ini lebih jauh, maka pembahasannya tidak bisa hanya melibatkan Kabupaten Cirebon saja. Kota Cirebon, serta wilayah lain yang memiliki keterikatan budaya seperti Keraton dan pegiat seni. Ia juga mengungkapkan perlu melibatkan masyarakat agar tujuannya jelas untuk kesejakteraan masyarakat dan pelestarian budaya.

“Ini harus jadi gerakan bersama. Tidak cukup hanya oleh satu daerah. Harus ada sinergi antara Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan daerah penyangga lainnya,” ungkapnya.

(Virdiya/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru