JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Tahun 2026 menjadi fase paling kejam dalam sejarah cancel culture Indonesia. Jika dulu hujatan hanya berhenti di kolom komentar, kini netizen bergerak lebih sistematis dengan menekan stasiun TV, men-tag KPI, menyerang brand, hingga memaksa penghapusan nama artis dari layar kaca.
Popularitas tak lagi jadi tameng. Justru justru saat ini ketika figus semakin terkenal, semakin keras pula dihantam netizen.
Berikut deretan artis yang paling brutal terkena cancel culture di 2026:
1. Inara Rusli – Dicoret dari TV, Dicap Tak Punya Empati
Nama Inara Rusli meledak bukan karena prestasi, melainkan karena label pelakor yang melekat kuat di mata publik. Sikapnya yang dinilai dingin, defensif, dan enggan meminta maaf kepada istri sah membuat netizen naik pitam.
Puncak amarah publik terjadi saat ia dijadwalkan hadir di acara Rumpi TV.
Belum sempat tayang, netizen menyerbu kolom komentar, men-tag KPI, dan menuntut Inara dicancel.
Hasilnya:
- Postingan dihapus
- Kehadiran dibatalkan
- Nama Inara jadi “alarm merah” bagi acara TV
Cancel culture bekerja cepat dan telak.
2. Roby Tremonti – Dicap Predator, Cancel Culture Massal
Aktor senior Roby Tremonti masuk daftar paling panas setelah memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans viral.
Meski tidak disebut langsung, publik ramai mengaitkan sosok “Bobby” dalam buku itu dengan Roby. Isu child grooming, manipulasi, dan relasi kuasa membuat citranya runtuh seketika.
Dampaknya:
- Hujatan masif lintas platform
- Seruan cancel culture
- Tekanan psikologis hingga Roby meminta klarifikasi publik lewat podcast Deny Sumargo
Dalam ekosistem cancel culture 2026, klarifikasi sering datang terlambat.
3. Timothy Ronald – Influencer Kripto yang “Dikubur” Netizen
Nama Timothy Ronald berubah dari influencer finansial jadi simbol kemarahan publik. Dugaan penipuan investasi kripto membuat netizen tak menunggu vonis hukum.
Seruan yang muncul:
- Boikot semua konten
- Unfollow massal
- Desakan brand putus kontrak
Cancel culture di kasus ini bukan hanya moral, tapi ekonomi. Reputasi hancur bahkan sebelum palu hakim diketok.
4. Rizky Billar – Dosa Lama, Hukuman Panjang
Meski kasus KDRT terjadi beberapa tahun lalu, Rizky Billar suami dari pedangdut Lesti Kejora tetap menjadi “tersangka abadi” cancel culture.
Setiap kali muncul:
- Komentar negatif membanjir
- Petisi boikot kembali muncul
- Stasiun TV diserang netizen
2026 membuktikan, cancel culture tidak mengenal kedaluwarsa.
Baca Juga:
Fenoma Broken Strings Aurelie Moeremans, Bisakah Pelaku Child Grooming Dihukum?
Link Download Buku Broken Strings Aurelie Moeremans, Gratis Versi Indonesia-Inggris!
5. Nikita Mirzani – Kontroversi Tak Pernah Padam
Nikita Mirzani seolah hidup di dalam pusaran cancel culture. Konflik terbuka, pernyataan frontal, dan perang kata-kata membuat namanya rutin jadi sasaran boikot.
Meski tetap eksis, banyak brand memilih menjauh. Di era cancel culture 2026, kontroversi bukan lagi aset tapi risiko tinggi.
6. Rachel Vennya – Stigma Tak Pernah Hilang
Nama Rachel Vennya terus diseret tiap kali muncul isu moral dan etika publik. Sekali tersandung, label itu terus diungkit.
Netizen:
- Mengingatkan kesalahan lama
- Menggagalkan “comeback”
- Menyerukan cancel ulang
Jejak digital menjadi penjara permanen.
Popularitas Tak Lagi Jadi Tameng
Kasus-kasus di atas menegaskan bahwa pada 2026, popularitas bukan lagi tameng. Netizen memegang kendali moral sekaligus ekonomi dalam industri hiburan.
Satu sikap keliru, satu pernyataan arogan, atau satu skandal yang tak ditangani dengan empati bisa berujung pada cancel culture permanen.
(Dist)








