BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Bandung mulai mengalami kenaikan menjelang Ramadan 1447 H. Kenaikan harga telur, daging ayam, dan cabai sudah dirasakan pedagang dalam beberapa pekan terakhir, meski kondisi pasar justru cenderung sepi pembeli.
Salah seorang pedagang telur, Tata (36), mengatakan harga telur mulai naik dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, harga telur ikatan berada di kisaran Rp29.000 hingga Rp29.700, sementara telur kiloan dijual sekitar Rp31.000 per kilogram.
“Sekarang kalau ikatan itu Rp29.000, yang disortir Rp29.700. Kalau kiloan Rp31.000,” ujar Tata.
Meski harga naik, Tata menyebut pasokan telur masih tergolong aman. Namun, kenaikan harga justru berdampak pada turunnya penjualan di tingkat pedagang kecil.
“Pembeli menurun. Apalagi sekarang ada MBG, belinya langsung ke peternak. Warung-warung kecil jadi sepi,” katanya.
Tata menambahkan, telur yang dijual di pasar sebagian besar berasal dari Jawa Timur, seperti Malang dan Blitar. Ia berharap fluktuasi harga bisa lebih dikendalikan agar tidak terlalu cepat naik dan turun.
Baca Juga:
Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Pasar Tagog Padalarang Merangkak Naik
Jelang Ramadan 1447 H, Farhan: Harga Sembako di Kota Bandung Aman dan Stabil
Kondisi serupa juga dirasakan pedagang daging ayam. Ginanjar (26), pedagang ayam asal Cililin, menyebut harga ayam potong kini berada di kisaran Rp42.000 per kilogram, sementara ayam jenis tertentu bisa mencapai Rp44.000 hingga Rp48.000 per kilogram.
“Naik lagi sih harganya. Sekarang masih di angka segitu,” ujarnya.
Menurut Anjal, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan serta distribusi pembelian dalam skala besar yang membuat stok di pasar menipis. Dampaknya, penjualan di pasar tradisional ikut menurun.
“Pembeli menurun. Harga naik itu jelas susah jualannya,” kata Ginanjar.
Ia memperkirakan harga ayam masih berpotensi naik atau fluktuatif selama periode menjelang puasa, meski ada kemungkinan stabil dalam waktu tertentu.
Sementara itu, pedagang cabai bernama Ridwan (23) mengungkapkan harga cabai juga mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Menurutnya, kenaikan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan musiman.
“Naik. Mungkin karena mau puasa,” ujarnya singkat.
Meski demikian, Deduan menyebut pasokan cabai sempat tidak tersedia, namun aktivitas jual beli di lapak cabai masih terbilang ramai. Ia memperkirakan harga cabai berpotensi kembali naik dalam waktu dekat.
Para pedagang berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi pasar tradisional, khususnya pedagang kecil yang terdampak langsung oleh kenaikan harga dan berkurangnya pembeli.
“Harapannya usaha kecil lebih diperhatikan. Kalau belanja langsung ke bandar, pasar jadi tidak kebagian,” ujar Ginanjar.
Kenaikan harga bahan pokok jelang Ramadan ini menambah beban pedagang dan konsumen, terutama di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah stabilisasi harga untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan selama Ramadan.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)











