JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kelompok pengemudi ojek online (ojol) berencana menggelar unjuk rasa pada Rabu (14/2/2026). Aksi demonstrasi tersebut akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Aksi ini diperkirakan melibatkan massa dalam jumlah besar dan membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan langsung dengan sistem kerja serta kebijakan aplikator transportasi daring.
Tuntutan Utama: Potongan Aplikator Maksimal 10 Persen
Dalam demonstrasi tersebut, para pengemudi ojol menuntut pemerintah menetapkan batas maksimal potongan aplikator sebesar 10 persen. Mereka menilai besaran potongan yang berlaku saat ini terlalu tinggi dan memberatkan penghasilan mitra pengemudi.
Selain itu, massa ojol juga meminta adanya regulasi yang jelas dan adil terkait tarif antar barang dan makanan, yang hingga kini dinilai belum memberikan kepastian hukum maupun perlindungan bagi pengemudi.
Desakan Audit Investigatif Aplikator
Tuntutan lainnya adalah permintaan agar pemerintah melakukan audit investigatif terhadap potongan tambahan 5 persen yang disebut-sebut diambil oleh pihak aplikator. Para pengemudi menduga potongan tersebut tidak transparan dan perlu ditelusuri secara menyeluruh oleh otoritas terkait.
Menurut para pengemudi, kejelasan regulasi dan transparansi potongan menjadi kunci untuk menciptakan hubungan kerja yang lebih adil antara aplikator dan mitra pengemudi.
Baca Juga:
Jadwal Puasa Ramadan 2026, Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Polisi Siagakan 1.541 Personel Gabungan
Untuk mengamankan jalannya aksi, aparat kepolisian menyiagakan 1.541 personel gabungan. Personel tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek jajaran di wilayah sekitar lokasi unjuk rasa.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, pengamanan dilakukan guna memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif.
“Sebanyak 1.541 personel gabungan kami siagakan untuk pengamanan unjuk rasa,” ujar Erlyn kepada wartawan.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Pihak kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Monas dan Gambir. Namun, penerapannya akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi dan jumlah massa di lapangan.
Polisi mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya selama aksi berlangsung serta menggunakan jalur alternatif guna mengantisipasi kemacetan.
“Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berjalan,” kata Erlyn.
Aksi unjuk rasa ini menambah daftar panjang dinamika hubungan antara pengemudi ojol, aplikator, dan pemerintah, yang hingga kini masih menjadi sorotan publik.
(Dist)










