BRISBANE, TEROPONGMEDIA.ID – Petenis Ceko Karolina Muchova menunjukkan kelasnya di Brisbane International 2026 setelah mengakhiri rekor 13 kemenangan beruntun Elena Rybakina dan melangkah ke semifinal.
Pertandingan perempat final yang berlangsung di Pat Rafter Arena pada Jumat (9/1) berlangsung dramatis, dengan Muchova menang 6-2, 2-6, 6-4 atas petenis Kazakhstan yang merupakan unggulan ketiga. Kemenangan ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Muchova atas Rybakina sejak 2019.
“Senang bisa bermain lagi di sini. Beberapa musim terakhir saya absen di Australia karena cedera, jadi sangat menyenangkan bisa berada di sini dan menikmati bermain bersama tim dan teman-teman saya,” ujar Muchova, dikutip dari WTA, Sabtu (10/1/2026).
Jika dibandingkan dengan pertandingan tinju, set pertama Muchova seperti ronde kemenangan bagi petenis Ceko, set kedua dikuasai Rybakina, dan set ketiga layak disebut “too close to call”, kedua petenis saling jual beli poin selama lebih dari dua jam.
Di set penentu, Muchova akhirnya berhasil mematahkan servis lawan dan merebut kendali di game kritis hingga unggul 5-4, sebelum menutup kemenangan dan memastikan tempatnya di semifinal.
Baca Juga:
Juarai WTA Finals, Elena Rybakina Kantongi Hadiah Rp87,2 miliar
Bagi Muchova, kemenangan ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga bukti kebangkitannya dari cedera.
“Bakat bukan masalah bagi saya. Yang sulit adalah selalu tersedia dan fit. Ketika saya sehat, saya bisa menyulitkan siapa pun,” ujar Muchova.
Di semifinal, Muchova akan berhadapan dengan unggulan pertama Aryna Sabalenka, yang baru saja menyingkirkan juara Australian Open 2025, Madison Keys, dengan skor 6-3, 6-3.
Rivalitas Muchova dengan Sabalenka cukup menarik: Muchova unggul 3-1 dalam head-to-head, termasuk tiga kemenangan sepanjang 2023, dan hanya kalah sekali dari Sabalenka pada 2019.
Hal ini membuat semifinal yang akan datang menjanjikan drama tersendiri, karena Muchova termasuk salah satu petenis langka yang mampu menahan dominasi Sabalenka.
Sabalenka sendiri menegaskan fokusnya menghadapi semifinal.
“Saya berusaha memberikan tekanan sebanyak mungkin terhadap servisnya. Itu saja yang saya pikirkan, dan saya pikir saya melakukannya dengan baik,” ujar Sabalenka.











