BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, harus mengubur ambisi mereka untuk kembali naik podium juara setelah hanya mampu finis sebagai runner-up di Australia Open 2025. Dalam laga final yang berlangsung penuh tensi dan tekanan, Fajar/Fikri dipaksa bertekuk lutut oleh pasangan muda yang tengah melejit, Raymond/Joaquin, lewat pertarungan tiga gim yang menguras fisik maupun mental.
Menghadapi sosok yang sejatinya masih berstatus junior, Fajar/Fikri semula diyakini memiliki peluang besar untuk keluar sebagai pemenang. Namun kenyataan berkata lain. Di lapangan, Raymond/Joaquin tampil matang, agresif, dan jauh lebih percaya diri dari yang dibayangkan banyak pihak. Setiap reli dipertaruhkan dengan intensitas tinggi, dan pada akhirnya pasangan muda itu keluar sebagai kampiun Australia Open Super 500.
Fajar Alfian mengakui kekalahan ini menjadi pukulan, namun sekaligus membuka matanya terhadap perkembangan signifikan junior mereka tersebut.
“Hasilnya memang tidak sesuai harapan. Kami kembali jadi runner-up. Pasti kecewa, tapi tetap harus disyukuri, terutama melihat penampilan junior kami, Raymond/Joaquin. Bukan hanya mengalahkan kami, tapi sejak babak pertama mereka berhasil menyingkirkan pasangan unggulan. Luar biasa,” ujar Fajar, melalui keterangan resmi PBSI, dikutip SEnin (24/11/2025).
Baca Juga:
Fajar/Fikri Ungkap Kunci Sukses Tembus Semifinal French Open 2025
Fajar juga menyoroti perjalanan cepat pasangan muda itu yang baru beberapa bulan lalu masih tampil di level Sirkuit Nasional, namun kini sudah meraih gelar besar.
“Perkembangan mereka sangat pesat. Awal tahun masih main di Sirnas, lalu juara International Challenge, Super 100, runner-up Korea Masters, dan sekarang juara Super 500. Semoga mereka terus padu dan konsisten,” lanjutnya.
Sementara itu, Fajar menegaskan bahwa dirinya dan Rian kini memilih fokus pada pemulihan kondisi jelang tampil di turnamen prestisius BWF World Tour Finals 2025 yang tinggal hitungan minggu.
“Sekitar tiga minggu lagi kami tampil di World Tour Finals. Pastinya kami ingin rileks dulu, baru mempersiapkan strategi yang pas. Lawan-lawan di sana bukan sembarangan, semua adalah top 8 tahun ini. Pekerjaan rumah kami adalah memperbaiki poin-poin kritis yang masih kurang tenang,” tutup Fajar.
Dengan hasil ini, Fajar/Fikri memang kembali harus puas sebagai finalis. Namun perjalanan belum selesai. World Tour Finals menanti dan pasangan senior Indonesia ini bertekad hadir dengan mental lebih siap, strategi lebih matang, dan fokus yang jauh lebih tajam.
(Budis)











