JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Musisi Sal Priadi akhirnya angkat bicara menanggapi soal foto dirinya bersama sastrawan Sitok Srengenge yang viral di media sosial dan menuai kritik dari warganet.
Tak ingin isu tersebut berkembang liar, Sal memilih memberikan klarifikasi secara terbuka melalui akun X (sebelumnya Twitter) miliknya.
Dalam pernyataannya, Sal menegaskan bahwa pertemuan tersebut sama sekali tidak memiliki maksud tertentu. Ia mengaku hanya bertamu ke rumah anak Sitok Srengenge dalam konteks pertemanan.
“Ngasih konteks doang. Saya main ke rumah anaknya, masuk ke rumah ada bapak dan ibunya. Ngobrol selayaknya tamu, lalu diajak foto,” tulis Sal Priadi, Sabtu (3/1/2026).
Tegaskan Tak Terlibat dan Tak Membela
Sal Priadi juga meluruskan asumsi publik yang mengaitkan foto tersebut dengan pembelaan terhadap Sitok Srengenge, yang diketahui pernah terseret kasus hukum dugaan kekerasan seksual.
Ia menegaskan posisinya dengan cukup lugas. Menurut Sal, foto tersebut diambil semata-mata sebagai bentuk sopan santun kepada tuan rumah, tanpa ada niat lain di baliknya.
“Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah menjadi urusan hukum. Sikap saya clear, saya enggak bela,” ujarnya.
Bahkan, Sal menilai berbagai spekulasi yang beredar merupakan bentuk pelintiran yang tidak bisa ia kendalikan.
“Kalau ada pihak yang melintir-melintir itu urusan dia sama apa pun yang dia inginkan soal ini. Menurut saya clear,” tambahnya.
Baca Juga:
Turun Gunung, Fiersa Besari Akhirnya Comeback di Big Bang Festival
Sinopsis dan Daftar Pemain Film Avatar: Fire and Ash, Musuh Baru dari Klan Gunung Berapi
Belajar Lebih Hati-hati
Ramainya kritik dari warganet membuat pelantun lagu Amin Paling Serius itu mengaku mengambil pelajaran penting.
Ke depan, Sal Priadi berjanji akan lebih berhati-hati, terutama dalam menerima ajakan berfoto yang berpotensi menimbulkan tafsir beragam di ruang publik.
“Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto ya, thanks,” tutupnya singkat.
Jejak Kasus Lama Sitok Srengenge
Sebagai informasi, Sitok Srengenge pernah berurusan dengan hukum pada akhir 2013. Seorang mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW melaporkannya atas dugaan pelecehan yang berujung pada kehamilan.
Pada 2014, Sitok sempat ditetapkan sebagai tersangka, namun proses hukum tersebut hingga kini tidak berujung pada putusan pengadilan.
(Dist)











