BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Francesco Bagnaia menegaskan kesetiaannya kepada Ducati di tengah performa yang kurang konsisten bersama Desmosedici GP25 musim ini. Juara dunia MotoGP dua kali itu mengaku masih ingin menutup kariernya bersama pabrikan asal Borgo Panigale tersebut, meski berbagai spekulasi menyebut masa depannya mulai diragukan.
Sejak naik ke kelas utama, Bagnaia telah menjadi bagian penting dalam era kejayaan Ducati modern. Ia membawa tim merah meraih dua gelar juara dunia berturut-turut pada musim 2022 dan 2023, serta finis di posisi kedua tahun lalu di belakang Jorge Martin.
Manajer umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, bahkan sempat menyebut Bagnaia sebagai pembalap terpenting kedua dalam sejarah tim setelah Casey Stoner, legenda yang membawa Ducati meraih gelar perdananya pada 2007.
Namun, performa Bagnaia di musim 2025 belum menunjukkan konsistensi seperti dua musim sebelumnya. Kesulitannya dalam beradaptasi dengan Desmosedici GP25 membuat hasilnya menurun drastis, termasuk start dari posisi ke-21 di Barcelona dan gagal meraih poin di dua balapan di Misano.
Baca Juga:
Alex Rins: Pengurangan Kapasitas Mesin Bukan Solusi Instan untuk Keselamatan MotoGP
Kondisi itu membuat rumor berhembus bahwa hubungan Bagnaia dengan Ducati bisa berakhir lebih cepat dari kontraknya yang berlaku hingga akhir 2026, terutama jika ia tak mampu kembali ke jalur kemenangan.
Menanggapi hal tersebut, Bagnaia justru menegaskan tekadnya untuk tetap bersama Ducati hingga akhir kariernya.
“Saya tidak pernah meragukan Ducati karena saya pikir karier saya dimulai dan akan berakhir di Ducati,” ujar Bagnaia melansir, MotoGP.com, Jumat (17/10/2025).
Meski demikian, pembalap asal Italia itu mengakui bahwa fokusnya saat ini masih tertuju pada sisa musim 2025, bukan pada kontrak baru atau masa depan jangka panjang.
“Terlalu dini untuk membicarakan tahun depan. Jika saya merasa nyaman dengan motor saya, saya bisa memperjuangkannya. Jika tidak, saya akan mencoba melakukan apa yang selalu saya lakukan terus berusaha dan mencoba mengatur segalanya dengan baik,” katanya.
Ducati sendiri disebut masih memberikan kepercayaan penuh kepada Bagnaia untuk memperbaiki performanya di beberapa seri terakhir musim ini, meski tekanan dari para pembalap satelit seperti Jorge Martin dan Alex Marquez semakin besar.
(Budis)










