BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Francesco Bagnaia kembali terpukul setelah hanya finis ke-13 pada sprint MotoGP Valencia 2025. Seakan kehilangan arah, sang juara dunia dua kali justru semakin kehilangan arah di saat Ducati sangat membutuhkannya.
Valencia seolah menjadi cermin lengkap keterpurukan Bagnaia. Ducati Desmosedici GP25 yang sempat tampil dominan di awal musim kini tak lagi memberi rasa percaya diri. Sejak kecelakaan Marc Marquez di Mandalika yang mengganggu arah perkembangan motor pabrikan, Bagnaia seakan ikut limbung.
Bahkan setelah secercah performa bagus di Jepang, grafiknya turun drastis di empat seri berikutnya. Di Malaysia ia hampir naik podium sebelum ban bocor menghancurkan peluang, dan di Valencia ia bahkan gagal masuk Q2 karena kehabisan bahan bakar saat kualifikasi.
Semua itu menjadi semakin menyesakkan ketika Fabio Di Giannantonio mampu naik podium dengan motor GP25 yang sama. Kontras yang makin mempertebal sorotan terhadap Bagnaia.
Baca Juga:
Francesco Bagnaia Kesulitan di MotoGP 2025, Ducati Mulai Khawatir
Francesco Bagnaia Minta Ducati Berbenah Jelang MotoGP Argentina
Dari pinggir lintasan, Marc Marquez mengamati langsung kesulitan sang rekan setim. Meski cedera membuatnya absen, Marquez memahami betul tekanan yang sedang menjerat Bagnaia, hingga ia melontarkan pesan yang terdengar seperti peringatan keras:
“Pecco sangat cepat pagi tadi. Tapi kalau motor tidak bekerja, minimal mentalnya harus bekerja,” tulis Marc, melalui akun instagramnya, dikutip Senin (17/11/2025).
Marquez menegaskan bahwa saat motor kehilangan stabilitas, referensi pengereman berubah, dan traksi tak bisa diprediksi, maka pembalap hanya punya satu hal tersisa, kekuatan mental untuk tetap berjuang.
Ia juga menyadari bahwa Bagnaia bukan sedang tampil lambat, melainkan kehilangan keyakinan terhadap apa yang dilakukan motornya. Dan itu, menurut Marquez, adalah jebakan paling berbahaya bagi seorang pembalap top.
Marquez tidak ingin mencampuri urusan teknis Ducati Lenovo, tetapi ia mengakui Bagnaia mengalami kesulitan yang jauh dari normal. Meski demikian, ia menambahkan bahwa kemampuan Pecco tidak hilang, hanya tertutup oleh tekanan dan situasi yang berantakan.
Pesan Marquez ini muncul di saat Ducati menghadapi momen penting, tes resmi hari Selasa yang akan menentukan arah proyek motor 2026. Marquez menilai Bagnaia dan Alex Marquez adalah kunci dalam memberi masukan yang akurat untuk pengembangan Desmosedici generasi baru.
(Budis)











