Gegara Longsor Gunung Kuda Cirebon, Menteri Bahlil Ancam Ambil Alih Izin Tambang Batuan

longsor cirebon evaluasi Kementerian ESDM
(Instagram BPBD Jabar)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden longsor di area pertambangan batu alam Cirebon, Jawa Barat, termasuk meninjau perizinan operasional tambang.

“Kejadian seperti ini memaksa kami mempertimbangkan evaluasi total,” tegas Bahlil, mengutip Antara, Selasa (3/6/2025).

Ia menjelaskan, berdasarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2022, kewenangan pengelolaan izin usaha pertambangan (IUP) batuan telah didesentralisasi ke pemerintah provinsi.

Menteri mengingatkan, jika evaluasi menemukan indikasi penyalahgunaan, tidak menutup kemungkinan kewenangan perizinan akan dikembalikan ke pemerintah pusat.

“Bila ditemukan pelanggaran, kami bisa tarik kembali izinnya ke tingkat pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno melaporkan bahwa tim inspektur tambang telah diterjunkan untuk investigasi teknis di lokasi kejadian.

“Data hasil investigasi belum kami terima, sehingga belum bisa menentukan langkah konkret pencegahan,” ujar Tri.

Menanggapi pertanyaan apakah pengawasan akan dialihkan ke pemerintah pusat, Tri menegaskan semua kebijakan akan menunggu hasil evaluasi lengkap.

“Pertimbangan penarikan kewenangan pengawasan masih harus menunggu hasil assessment,” katanya.

BACA JUGA

Tercium Bau Menyengat, Tim Fokus Pencarian 4 Korban Longsor Tambang Cirebon

Profil 2 Tersangka Longsor di Gunung Kuda Cirebon

BNPB: Longsor Tambang Cirebon Bukan Bencana Alam

BNPB dalam rilis terpisah menyatakan longsor di tambang galian C Gunung Kuda merupakan kecelakaan kerja, bukan bencana alam.

Analisis citra satelit menunjukkan aktivitas penambangan telah menyebabkan degradasi lahan sejak 2009, dengan eskalasi signifikan sejak 2019.

Data teknis mengungkapkan kemiringan lereng mencapai 60 derajat – jauh melebihi ambang batas aman – akibat eksploitasi selama 15 tahun terakhir. Hingga Senin (3/6), korban tewas yang berhasil dievakuasi mencapai 21 orang, termasuk Sudiono (51), warga Dukupuntang. Tim SAR masih melanjutkan pencarian terhadap 4 korban hilang.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru