SEMARANG, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memprioritaskan pencarian korban longsor di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Peristiwa longsor tersebut menyebabkan korban jiwa dan puluhan warga masih dinyatakan hilang.
Luthfi juga mengimbau masyarakat Jawa Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana, terutama di wilayah pegunungan dan daerah rawan longsor. Ia meminta bupati, wali kota, serta BPBD kabupaten/kota memperkuat mitigasi dan memperbarui peta kerawanan bencana yang dapat diinformasikan langsung kepada warga.
“Kita imbau masyarakat supaya waspada, terutama di daerah pegunungan dan rawan longsor. Peta lokasi rawan bencana harus disampaikan kepada masyarakat agar kewaspadaannya meningkat,” ujar Luthfi, Sabtu (15/11/2025).
Baca Juga:
Kebut Pencarian Korban Longsor Cilacap, BNPB Kerahkan 8 Alat Berat
Prabowo Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Longsor di Cilacap
Terkait penanganan longsor di Cibeunying, ia menegaskan fokus utama saat ini adalah pencarian warga yang hilang dan evakuasi penyintas. Tim gabungan dari BPBD kabupaten dan provinsi, TNI, Polri, relawan, serta berbagai stakeholder terus menyisir lokasi menggunakan alat berat.
“Upaya terus berlanjut. Semua alat sudah diturunkan. Kita berdoa agar masyarakat yang belum ditemukan diberi keselamatan,” ujarnya.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebutkan 46 jiwa dari 17 KK terdampak bencana tersebut. Hingga Jumat (14/11/2025) pukul 11.00 WIB, tiga warga ditemukan meninggal dunia, sedangkan 20 lainnya masih dalam pencarian. “Fokus utama tetap pencarian korban hilang,” ungkapnya.
Selain itu, bantuan logistik mulai disalurkan dan dapur umum telah dibuka di sekitar lokasi. Tim gabungan juga menyiapkan langkah penanganan pascabencana dan pemulihan bagi warga terdampak.
Sebagai informasi, longsor terjadi pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material longsor menimbun permukiman, menyebabkan penurunan tanah hingga dua meter serta menciptakan retakan sepanjang 25 meter.
(usamah kustiawan)










