Harga Daging Ayam Sudah 2 Bulan Meroket, Pedagang Mogok Jualan di Jabar

foto (Wikimedia)
-

Tidak ada video disisipkan.

CIREBON, TM.ID: Kenaikan harga daging ayam sudah dua bulan terakhir ini berdampak kepada pelaku usaha di Jawa Barat.

Para pedagang daging ayam mogok berjualan sebagai bentuk protes atas tingginya harga yang belum stabil, di Cirebon, Jawa Barat.

Massa yang tergabung dalam penjual daging ayam berkumpul di kawasan Stadion Bima, Kota Cirebon. Dalam aksinya, para pedagang membawa mobil boks pengangkut ayam.

“Aksi solidaritas pedagang ayam sewilayah III Cirebon mogok jualan,” begitu isi tulisan dalam spanduk yang terpasang di salah satu kendaraan milik peserta aksi.

Harga Makin Meroket

Koordinator aksi, Mulyana mengatakan, massa yang melakukan aksi ini ingin menyuarakan aspirasi atas keluhan para pedagang yang semakin tingginya harga  ayam.

Yana mengatakan, harga per kilogram daging ayam sudah tembus Rp 40.000. Sebelumnya, harga ayam pernah berada di sekitar Rp 27.000 per kilogra. Kenaikan ini, kata Yana, berdampak pada omset yang menipis.

“Sekarang harga daging ayam di pasar mencapai Rp40.000 per Kilogram. Sebelumnya pernah di harga Rp27.000-an. Sudah dua bulanan (harga daging ayam naik),” ucap Mulyana.

Pedagang Purwakarta Demo di Jakarta

Aksi yang dilakukan pedagang ayam berasal dari Purwakarta yang berkumpul di Jalan Raya Purwakarta menuju jakarta.

Para pedagang kumpul aksi menggunakan  mobil ataupun truk yang biasa digunakan sebagai operasional berjualan di Jalan Raya Industri BIC, Purwakarta pukul 10.00 WIB.

Mereka mulai melakukan konvoi sekitar pukul 10.30 WIB melewati jalan raya industri, masuk ke jalur arteri Karawang sampai Bekasi menuju Jakarta.

Mereka membawa spanduk  yang berunsur kalimat protes masalah harga daging ayam di pasaran. Salah satu pedagang ayam yang ikut turun aksi, Ian mengatakan, harga semua ayam sudah tembus Rp 40 ribu per kilogram.

“Ini aksi damai untuk masalah harga, harga terlalu melonjak tinggi, harga ayam semua sekarang sudah sampai 40 ribu ke atas perkilogrammnya,” ujar Ian, salah satu pedagang daging ayam.

Ia menyebut, para pelaku usaha merasa khawatir dan kelimpungan menghadapi situasi ini. Padahal  semua barang kebutuhan untuk ayam potong tersedia di Indonesia.

“Justru itu kita tidak tahu penyebabnya, kita adakan demo seperti ini kita mau tahu kayak apa penyebabnya. Semuanya tidak ada yang di impor semua bahan ada di Indonesia kenapa bisa harga mahal,” kata Ia melansir Detik, Senin (26/6/2023)

Ian dengan massa yang lain akan terus menuntut kepada pemerintah, untuk memperhatikan kondisi paceklik ini, dan mengancam aksi lebih besar jika tuntutannya tak didengar.

BACA JUGA: FPI Gelar Aksi di Kemenag Tuntut Penutupan Al Zaytun

(Saepul/Aak)

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru