JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Tren kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar domestik kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, sejumlah komoditas pangan utama mengalami lonjakan harga yang signifikan di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Hingga Jumat (3/4/2026) pagi pukul 09.50 WIB, komoditas cabai rawit merah menjadi sorotan utama setelah harganya menyentuh angka fantastis, yakni Rp119.400 per kilogram (kg). Lonjakan ini menempatkan cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas dengan kenaikan paling tajam, yang diprediksi akan berdampak langsung pada biaya operasional sektor kuliner dan konsumsi rumah tangga.
Tidak hanya bumbu dapur, sumber protein hewani juga mengalami tekanan harga. PIHPS mencatat harga daging ayam ras kini mencapai Rp52.150 per kg. Sementara itu, untuk komoditas daging sapi, masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam dengan harga Rp163.750 per kg untuk kualitas I dan Rp160.000 per kg untuk kualitas II. Telur ayam ras pun tidak ketinggalan, kini dibanderol di angka Rp42.050 per kg.
Sektor Beras dan Bumbu Dapur Kian Mahal
Komoditas beras, yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, turut menunjukkan grafik kenaikan di semua lini kualitas. Untuk beras kualitas bawah, harga berada di rentang Rp17.550 hingga Rp17.650 per kg. Beras kualitas medium kini diperdagangkan di kisaran Rp18.900 hingga Rp19.250 per kg. Sedangkan untuk beras kualitas super, harganya telah melampaui angka Rp20.000, tepatnya di posisi Rp20.350 hingga Rp20.750 per kg.
Baca Juga:
Harga Pangan Belum Stabil Usai Lebaran, Pemerintah Gencarkan Pasar Murah di Berbagai Daerah
Pantauan Harga Pangan: Cabai Rawit Merah Masih “Pedas” Pasca Lebaran
Keluarga besar bawang juga mengalami lonjakan drastis. Bawang merah saat ini dijual seharga Rp68.150 per kg, diikuti oleh bawang putih yang mencapai Rp55.950 per kg. Di sektor cabai lainnya, cabai merah besar tercatat seharga Rp82.500 per kg, cabai rawit hijau Rp56.550 per kg, dan cabai merah keriting di harga Rp53.450 per kg.
Minyak Goreng dan Gula Pasir Turut Terkerek
Kenaikan harga ini juga merembet ke komoditas minyak goreng dan pemanis. Minyak goreng kemasan bermerek I kini dijual dengan harga Rp27.950 per liter, sementara minyak goreng curah berada di angka Rp22.050 per liter. Untuk kebutuhan gula, masyarakat harus menghadapi harga Rp26.750 per kg untuk kualitas premium dan Rp22.250 per kg untuk gula pasir lokal.
Data yang dikelola oleh Bank Indonesia ini mencerminkan kondisi riil di lapangan pada tingkat pedagang eceran di berbagai wilayah di Indonesia. Meski fluktuasi harga pangan sering terjadi, tingginya angka pada sejumlah komoditas kunci seperti cabai dan beras ini memicu kekhawatiran akan peningkatan laju inflasi pangan dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya langkah nyata dari pemerintah dan pihak terkait melalui operasi pasar atau interupsi distribusi guna menekan harga agar kembali stabil dan terjangkau bagi daya beli masyarakat luas.











