BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah ritme kehidupan yang serba cepat, ada satu hal yang semakin jarang dilakukan orang dewasa, yaitu dengan menikmati permainan tanpa beban.
Ratusan orang berkumpul di Pos Bloc Surabaya pada Sabtu (18/4/2026) untuk mengikuti kegiatan yang dirancang oleh Komunitas Bermain Surabaya dalam rangka memperingati Hari Kartini.
Alih-alih menghadirkan seremoni yang formal, komunitas ini justru memilih cara yang lebih sederhana namun penuh makna, yakni dengan menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat, setara, dan penuh kegembiraan lewat permainan tradisional.
Peserta yang hadir terus bertambah sepanjang acara berlangsung. Menariknya kegiatan ini tidak hanya diikuti anak-anak, tetapi juga didominasi oleh orang dewasa dari berbagai latar belakang, mulai dari pekerja, orang tua, hingga mahasiswa. Perbedaan usia dan status seolah tidak terlihat, digantikan oleh tawa yang muncul dari interaksi sederhana.
Beragam permainan tradisional dihadirkan, mulai dari lompat tali, gobak sodor, engklek, bahkan samapi permainan kelompok yang menguji kecepatan berpikir.
Meski sederhana aktivitas ini mampu memunculkan beragam emosi mulai dari tegang, canggung, bahkan ketawa yang tak berhenti. Justru dari ketidaksempurnaan itulah keseruan tercipta, entah dari jawaban yang meleset atau gerakan yang keliru.
Baca Juga:
RUU PPRT Resmi Disahkan DPR di Hari Kartini, Tonggak Baru Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Bukan hanya sekedar hiburan, kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang tidak saling kenal dapat terhubung tanpa perlu banyak kata.
Permainan menjadi bahasa bersama yang mencairkan suasana dan membangun kedekatan secara alami.
Semangat Hari Kartini dalam kegiatan ini tidak hanya di tampilakan lewat simbol atau atribut semata, melainkan melaui nilai-nilai yang dihadirkan. Kesetaraan, kebebasan berekspresi, serta keberanian keluar dari rutinitas menjadi inti pertemuan tersebut. Setiap peserta memiliki ruang yang sama untuk tertawa dan menjadi diri sendiri.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa merayakan Hari Kartini tidak harus dilakukan secara formal dan besar. Justru maknanya sering muncul dari hal-hal sederhana, dengan meluangkan waktu, bertemu dengan orang baru, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk kembali merasa ringan.
Di tengah dunia yang serba cepat, berhenti sejenak untuk bermain bisa menjadi perayaan yang paling tulus.
(Magang Unpas/Tihan Naila. A)











