BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Suasana Kantor Wali Kota Bandung pada Jumat pagi (19/9/2025) mendadak ramai. Ketegangan muncul ketika satu unit armada rescue milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kota Bandung datang dengan sirine meraung di halaman Balai Kota.
Namun bukan kebakaran yang terjadi. Kedatangan tim rescue ternyata untuk menangani seekor ular yang tiba-tiba muncul di area kantor pemerintahan tersebut. Ular itu ditemukan di dekat tong sampah press room (ruang media), sehingga membuat pegawai dan awak media yang berada di lokasi heboh.
Salah seorang anggota tim rescue Diskarmat yang melakukan evakuasi, Dadi Mulyadi, menjelaskan ular tersebut berjenis ular air atau yang dikenal sebagai ular kopi. Panjangnya sekitar 30 sentimeter.
“Ular ini tidak berbisa, tapi kalau menggigit tetap terasa sakit. Jenisnya ular air, biasanya hidup di selokan. Karena selokan tadi meluap dan tergenang, ular ini keluar mencari tempat yang lebih kering,” kata Dadi setelah menangkap ular air tersebut.
Baca Juga:
Kota Bandung Ultimatum Ribuan Reklame, Satpol PP: Izinnya Sudah Habis!
Bebas Bersyarat, Eks Wali Kota Bandung Yana Mulyana Kembali Hirup Udara Bebas
Menurutnya, ular tersebut biasanya muncul berkelompok, Dadi mengatakan, kemungkinan masih ada komplotannya.
“Biasanya muncul berkelompok. Jadi mungkin masih ada kawanannya. Tapi warga atau pegawai balai kota tidak perlu panik. Kalau ada yang menemukan lagi, segera hubungi kami,” ucapnya.
Dadi juga memberi tips sederhana jika warga mendapati ular kecil yang tidak berbahaya.
“Bisa diarahkan dengan sapu agar menjauh, tapi jangan dibunuh. Setelah ditangkap, biasanya kami serahkan ke komunitas pecinta reptil untuk ditangani lebih lanjut,” ujarnya.
Insiden ini sempat menjadi tontonan pegawai dan jurnalis di Balai Kota Bandung. Beruntung, ular berhasil dievakuasi dengan cepat sehingga suasana kembali normal.
Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar yang bisa masuk ke area perkantoran atau permukiman, terutama saat musim hujan ketika habitat alaminya tergenang air.
(Kyy/_Usk)











