BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Universitas Halim Sanusi (UHS) Bandung resmi melantik kembali Ir. Setiadi Yazid, M.Sc., Ph.D. sebagai rektor untuk periode kedua. Pelantikan berlangsung pada Selasa pagi (2/9/2025) di Hotel Naripati Bandung, dan turut dihadiri oleh perwakilan LLDIKTI IV serta Ketua Badan Pembina Harian (BPH) K.H. Nazar Haris, MBA.
Dalam sambutannya, Setiadi menekankan bahwa periode kedua ini akan difokuskan pada pembinaan karakter mahasiswa serta penguatan ciri khas kampus.
“Ke depan, tantangan terbesar perguruan tinggi swasta adalah bagaimana memiliki keunikan yang jelas. UHS harus mampu membangun karakter mahasiswanya agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan dan semangat berusaha,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti persoalan integritas di dunia kampus, khususnya terkait praktik kecurangan (fraud) yang rentan terjadi.
“Fraud bisa terjadi ketika mahasiswa hanya mengejar gelar, atau dosen hanya fokus pada gaji. Kami ingin memastikan UHS menjadi kampus yang menanamkan nilai kejujuran, agar mahasiswa dan dosen sama-sama memiliki semangat perubahan,” tegas Setiadi.
Dalam wawancara setelah pelantikan, Setiadi menyebut target UHS di periode keduanya adalah membangun budaya kewirausahaan.
”Mahasiswa UHS harus siap membuka lapangan kerja sendiri, tidak hanya bergantung pada ASN atau pekerjaan formal. Kita ingin melahirkan pengusaha yang berakhlak baik, punya kepemimpinan, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungannya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua BPH K.H. Nazar Haris, MBA menegaskan bahwa perguruan tinggi swasta seperti UHS harus memiliki keunggulan berbeda.
“Untuk hard skill, memang sulit melampaui perguruan tinggi negeri karena keterbatasan fasilitas. Tapi UHS harus unggul dalam soft skill, yakni karakter mahasiswa. Bangsa ini tidak kekurangan orang cerdas, tetapi masih kekurangan pemimpin yang berintegritas,” jelasnya.
Acara pelantikan juga bisa disaksikan ulang melalui kanal YouTube resmi Universitas Halim Sanusi. Dengan pelantikan ini, diharapkan UHS semakin mantap melangkah untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi di era kompetisi global, sekaligus melahirkan generasi muda berkarakter, berilmu, dan berdaya saing.
(Muhammad amni fii imani-Jurusan ilmu komunikasi Kampus UNIBI/Budis)











