JAKARTA, TEROPONGMEDIO.ID — Conor McGregor kembali mengirim sinyal keras kepada Islam Makhachev. Mantan juara dua divisi UFC itu menegaskan siap memburu sabuk milik Makhachev demi mengejar target sejarah triple crown.
Pada 2016 lalu di Madison Square Garden, McGregor mencatat sejarah sebagai petarung pertama yang memegang dua gelar UFC secara bersamaan. Prestasi serupa kini disamai Islam Makhachev setelah merebut gelar keduanya di kelas welter melalui kemenangan atas Jack Della Maddalena pada UFC 322.
Rivalitas panjang antara McGregor dengan Khabib Nurmagomedov yang juga sahabat dekat Makhachev telah berlangsung hampir satu dekade.
Meski begitu, McGregor menegaskan ambisinya bukan sekadar urusan perseteruan, melainkan perebutan gelar juara. Ia bahkan memberikan pujian langka atas kemenangan terbaru Makhachev.
McGregor dijadwalkan kembali ke oktagon pada ajang UFC White House musim panas ini, menjadi penampilan perdananya setelah hampir lima tahun absen. Terakhir kali ia menang terjadi pada Januari 2020, namun ambisi mengejar sabuk juara belum padam.
Baca Juga:
Lupakan 2 Sabuk, Pertarungan Islam Makhachev Membosankan untuk Kelas UFC
Javier Mendez: Kamaru Usman Lawan Paling Mematikan untuk Islam Makhachev
Petarung asal Irlandia itu menargetkan satu kemenangan terlebih dahulu sebelum melancarkan misi merebut gelar ketiganya. Kepada Bloody Elbow, McGregor menyebut dirinya siap mengejar sabuk kelas 170 pon.
“Saya termotivasi. Saya ingin kesempatan merebut gelar itu, sabuk 170 pon untuk triple crown,” ujar McGregor saat berbincang usai menghadiri pertemuan dengan Mike Tyson di The Black Forge Inn, Dublin.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan duel melawan Makhachev, McGregor menilai pertarungan itu akan berlangsung menarik. “Itu akan jadi laga yang bagus. Southpaw vs southpaw,” ucapnya.
McGregor juga melontarkan sindiran halus kepada Khabib Nurmagomedov yang pensiun tanpa pernah naik kelas, berbeda dengan Makhachev yang akhirnya bertarung di level lebih tinggi. “Dia tampil baik, dan itu pantas diapresiasi. Dia punya keberanian untuk naik kelas,” ujar McGregor.
McGregor menutup pernyataan dengan optimisme. “Saya antusias. Kita lihat saja. Saatnya kembali bersaing.”
(Dist)











