Izin Tak Dicabut, Ini Kontribusi PT Gag Nikel di Raja Ampat ke Bisnis Antam

PT Gag Nikel di Raja Ampat
Direksi PT Gag Nikel, Aji Priyo Anggoro saat mengambil gambar di lokasi terbuka penambangan yang sementara berhenti beroperasi di Pulau Gag Distrik Waigeo Barat Kepulauan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Minggu (8/6/2025) (Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — PT Gag Nikel saat ini sepenuhnya dimiliki oleh Antam sejak 2008, setelah mengambil alih 75% saham Asia Pacific Nickel Pty. Ltd. (APN Pty. Ltd).

Perusahaan memegang Kontrak Karya Generasi VII No. B53 / Pres / I / 1998 tahun 1998 yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 19 Januari 1998. Berdasarkan bahan presentasi Antam kepada investor pada kuartal I 2025, Gag nikel memiliki cadangan mencapai 56 juta wmt dengan sumber daya mencapai 320 juta wmt.

Cadangan Sumber Daya Gag Nikel Lebih Besar

Cadangan dan sumber daya Gag Nikel lebih besar dibandingkan tambang Antam di Konawe Utara yang memiliki cadangan sebesar 49 juta wmt dan sumber daya 234 juta wmt.

Namun, di bawah tambang dua anak usaha lainnya, PT Sumber Daya Arindo dan PT Nusa Karya Arindo yang keduanya berada di Halmahera, Maluku Utara. Adapun total cadangan nikel yang dimiliki Antam mencapai 494 juta wmt dengan sumber daya mencapai 1,32 miliar ton.

Baca Juga:

Profil PT Gag Nikel yang Tetap Diberi Izin Tambang Nikel di Raja Ampat

Legislator Kritik Keras Penambangan Nikel Raja Ampat Papua Barat Daya, Melanggar Regulasi!

Antam tercatat memproduksi 9,9 juta wmt bijih nikel dengan nilai penjualan mencapai Rp 5,4 triliun pada tahun lalu. Dengan demikian, produksi Gag Nikel yang mencapai 3 juta wmt mencakup 30% dari produksi biji nikel Antam dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp 1,6 triliun.

Nikel Miliki Kontribusi Signifikan Bisnis Antam

Adapun Nikel mulai memiliki kontribusi yang signifikan pada bisnis Antam. Pada tahun lalu, pendapatan Antam dari bijih nikel mencapai Rp 9,6 triliun atau 14% dari total penjualan Rp 68,19 triliun. Pada kuartal I 2025, total penjualan biji nikel dan feronikel mencapai Rp 3,8 triliun.

Porsinya dari total penjualan Antam Rp 26,15 triliun meningkat menjadi 14,5%. Penjualan emas masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp 57,6 triliun pada sepanjang tahun lalu dan Rp 21,6 triliun pada kuartal I 2025.

Selain emas dan nikel, Antam juga memproduksi bauksit, tetapi kontribusinya masih sangat minim. Adapun pada kuartal I 2025, laba Antam lebih dari 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 3,63 triliun.

Namun, kinerja laba ini sebenarnya hanya naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal I 2023 yang mencapai Rp 1,66 triliun.

Pemerintah Cabut 4 Ijin Usaha Pertambangan

Seperti diketahui, pemerintah mencabut empat izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya, tetapi masih mengizinkan PT Gag Nikel beroperasi.

Anak usaha PT Aneka Tambang Tbk ini memiliki cadangan terbesar ketiga di antara tambang nikel milik Antam. Manajer Quality Control PT Gag Nikel Raja Ampat Ahmad Akhsan menjelaskan, produksi nikel perusahaan mencapai 3 juta wet metric ton (wmt) per tahun pada 2024 hingga 2026.

“Produksi 2024 itu total 3 juta wmt. Kami baru mau mengajukan revisi untuk tahun ini, tetapi masih proses,” ujar Akhsan saat ditemui di Raja Ampat, akhir pekan lalu. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru